“Yang katanya dari rakyat untuk rakyat Namun, nyatanya rakyat hanyalah debu yang berkeliaran“
Untuk Indonesia ( Surakarta, 23 Juni 2025 )
Kau duduk di sana, mengenakan jas dan janji, tapi matamu buta, tak melihat nasi yang hilang dari piring kami.
Kau bicara tentang rakyat dari podium tinggi dan kaca anti-peluru, sementara kami, berteriak dari parit, tak pernah sampai ke telingamu yang disumpal kepentingan.
Aku ini lidah yang tak lagi sabar, merobek sunyi jadi sumpah, meludahi janji yang membatu di bibirmu yang pintar bersembunyi.
Kalian… penjaga negeri, yang lebih sibuk menghitung suara daripada suara yang kelaparan!