IndonesiaBuzz: Jakarta 13 Januari 2023 – Laut Merah, yang sebelumnya dikenal sebagai jalur perdagangan vital, kini menjadi pusat perhatian internasional karena eskalasi konflik antara Israel dan milisi Houthi Yaman. Serangan terhadap kapal-kapal kargo yang melintasi wilayah tersebut telah menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap perdagangan global.
Aksi solidaritas Houthi Yaman terhadap Palestina, yang dilanda serangan brutal oleh Israel, telah memicu reaksi internasional. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) turun tangan untuk mengatasi krisis ini, dengan Amerika Serikat mencoba memasukkan resolusi yang menyerukan penghentian serangan di Laut Merah. Meskipun upaya ini mendapat dukungan dari sejumlah anggota DK PBB, seperti Amerika Serikat, upaya tersebut dihadang oleh Rusia dan China yang memilih untuk abstain.
Dalam beberapa bulan terakhir, milisi Houthi telah aktif menyerang kapal-kapal terafiliasi Israel, memicu gejolak harga minyak dan menimbulkan ketegangan di kawasan tersebut. Menurut laporan dari Reuters, harga pelayaran internasional melalui Laut Merah mengalami kenaikan signifikan. Platform pemesanan dan pembayaran angkutan internasional, Freightos, mencatat bahwa tarif pelayaran untuk kontainer berukuran 40 kaki naik lebih dari dua kali lipat, mencapai US$4.000 untuk rute Asia-Eropa Utara dan US$5.175 di Asia-Mediterania pada awal Januari 2024.
Kiel Institute for the World Economy (IfW Kiel) di Jerman memperkirakan bahwa perdagangan global telah anjlok sekitar 1,3 persen dari November 2023 hingga Desember 2023. Ancaman milisi Houthi telah mendorong enam dari sepuluh perusahaan pelayaran peti kemas terbesar, termasuk Maersk, MSC, Hapag-Lloyd, CMA CGM, ZIM, dan ONE, untuk menghindari Laut Merah. Hal ini mengakibatkan perubahan jalur pelayaran, dengan operator kargo kini terpaksa melewati sekitar Cape of Good Hope di Afrika Selatan.
Dampaknya tidak hanya terbatas pada kenaikan tarif pelayaran, namun juga pada kelancaran pengiriman. Penghindaran Laut Merah menyebabkan perjalanan yang lebih panjang, memperkirakan molornya pengiriman kargo hingga tiga minggu dari jadwal semula. Serangan terhadap kapal tanker minyak juga berdampak pada perekonomian global, mengancam pasokan energi dan menimbulkan potensi lonjakan harga komoditas lainnya, seperti bijih besi, biji-bijian, dan kayu.
Krisis di Laut Merah tidak hanya merupakan tantangan keamanan regional, tetapi juga telah membawa dampak signifikan pada jalur perdagangan global dan perekonomian dunia. Perhatian internasional terus menyeluruh, sementara dunia menantikan langkah-langkah lanjutan untuk meredakan ketegangan di wilayah strategis ini. @cinde







