IndonesiaBuzz: Seoul, 29 Februari 2024 – Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mengumumkan hari Rabu bahwa Amerika Serikat dan Korea Selatan akan melaksanakan latihan militer tahunan bersama pekan depan, dengan fokus pada ancaman senjata nuklir yang berpotensi digunakan oleh Korea Utara. Latihan yang dinamakan “Freedom Shield” dijadwalkan berlangsung mulai 4 hingga 14 Maret 2024, bertujuan untuk meningkatkan kesiapan bersama menghadapi ancaman militer dari Korea Utara.
Latihan tersebut dipilih pada saat Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un terus melakukan uji coba rudal dan sistem senjata lain serta mengembangkan kemampuan nuklirnya. Pada bulan Januari 2024, Korea Utara bahkan melaksanakan latihan penembakan di dekat perbatasan maritim barat dengan Korea Selatan, yang mengakibatkan penghapusan zona penyangga sesuai dengan perjanjian militer antar-Korea tahun 2018.
Latihan “Freedom Shield” akan melibatkan simulasi komputer dan pelatihan lapangan. Juru bicara JCS Kolonel Lee Sung-jun menyatakan bahwa latihan ini akan mencakup berbagai skenario, termasuk latihan mendeteksi dan mencegat rudal jelajah Korea Utara. Menurutnya, 48 latihan lapangan akan dilakukan di seluruh Korea Selatan, dua kali lipat jumlah pasukan dibandingkan dengan latihan “Freedom Shield” tahun lalu.
Meskipun demikian, Lee menegaskan bahwa tidak ada manuver gabungan yang dijadwalkan di dekat perbatasan dengan Korea Utara. Kolonel Isaac Taylor, juru bicara Pasukan Amerika Serikat di Korea, menyatakan bahwa latihan ini bersifat defensif dan akan mematuhi pedoman yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Gencatan Senjata.
Taylor juga menyebutkan kemungkinan penempatan “aset strategis” Amerika di Semenanjung Korea, tanpa memberikan rincian lebih lanjut atas alasan keamanan. Sementara Pyongyang telah lama mengutuk latihan militer gabungan ini, Seoul dan Washington tetap bersikeras bahwa latihan tersebut bersifat defensif sebagai respons terhadap ancaman yang dihadirkan oleh Korea Utara. @cinde







