IndonesiaBuzz: Solo, 9 Juli 2025 – Koperasi Merah Putih (KMP) Kelurahan Kestalan, Kecamatan Banjarsari, menjadi koperasi Merah Putih pertama yang resmi beroperasi di Kota Solo. Koperasi ini menjalankan unit usaha warung sembako dan sudah merintis aktivitas penjualan berbagai kebutuhan pokok masyarakat setempat.
Di lansir dari Solopos pada Senin (7/7/2025) sore, warung KMP Kestalan telah menjual berbagai komoditas penting seperti beras, gula, dan minyak goreng. Unit usaha tersebut beroperasi di salah satu ruangan Kantor Kelurahan Kestalan dan memasarkan produk melalui grup WhatsApp warga, bahkan melayani pengantaran ke rumah konsumen.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, turut meninjau dan berbelanja di warung koperasi tersebut. Ia juga sempat mengecek laporan keuangan koperasi dan memberikan apresiasi kepada para pengurus yang telah memulai langkah konkret menjalankan koperasi secara mandiri.
Lurah Kestalan, Sudadi, menjelaskan koperasi tersebut memiliki 27 anggota aktif dan berhasil meraup laba sekitar Rp500.000 hanya dalam sepekan pertama operasional. Modal awal koperasi sebesar Rp12 juta berasal dari iuran anggota, hibah tokoh masyarakat, dan pinjaman tanpa syarat dari pendamping koperasi.
“Menjalankan koperasi ternyata menyenangkan. Modal semangat anggota kuat, sekarang tantangannya memperluas pemasaran offline ke masyarakat umum,” ungkap Sudadi.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Solo, Wahyu Kristina, menyampaikan bahwa dari 54 KMP di Solo, baru KMP Kestalan yang aktif menjalankan usaha. Menurutnya, koperasi tersebut sudah menunjukkan manajemen keuangan yang tertata dan tinggal difasilitasi untuk menjalin kerja sama dengan supplier serta mengikuti bimbingan teknis pengelolaan koperasi.
“Kami juga tengah mencarikan ruang usaha permanen yang bisa digunakan koperasi agar tidak menggunakan ruang layanan pemerintahan di kelurahan,” kata Wahyu.
Dinas juga menyebut sejumlah koperasi lainnya sedang dalam tahap persiapan, seperti KMP Kelurahan Kepatihan Kulon dan Banyuanyar. Peluncuran KMP Banyuanyar direncanakan berlangsung serentak bersama Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan koperasi dan pelaku usaha kecil, Pemkot Solo juga membatasi izin usaha bagi toko modern jenis minimarket, supermarket, hypermarket, dan pusat perkulakan. Langkah tersebut diambil Wali Kota Respati Ardi untuk memberi ruang tumbuh bagi koperasi dan UMKM lokal.







