IndonesiaBuzz: Sukoharjo, 11 Maret 2024 – Aristya Tiwi Pramudiyatna, caleg dari PDIP Sukoharjo, menjadi sorotan setelah diisukan tidak akan dilantik meskipun berhasil meraih suara yang signifikan pada Pemilu 2024. Ancaman mundur massal dari pengurus ranting dan anak ranting PDIP di Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, pun mencuat sebagai respons terhadap isu ini.
Didik Rudiyanto, Ketua Ranting PDIP Desa Karang Tengah, Weru, mengungkapkan bahwa Aristya Tiwi Pramudiyatna memperoleh suara terbanyak keempat pada Dapil 2 DPRD Sukoharjo. Namun, DPC PDIP Sukoharjo tidak memberikan restu untuk pelantikannya, menginginkan caleg di bawahnya, Jaka Triyatno, yang dilantik.
“Jago kami, Mbak Tiwi itu memperoleh suara terbanyak keempat. Tapi dari DPC (PDIP) itu inginnya bukan Mbak Tiwi yang dilantik, tapi (caleg) di bawahnya, yang namanya Jaka Triyatno,” ujar Didik.
Pengurus PAC dan Ranting menunjukkan ketidakpuasan mereka dengan mengajukan protes dan mengancam mundur massal. Rapat koordinasi bersama DPC Sukoharjo dan Supervisi DPD PDIP Jateng digelar untuk menyelesaikan kontroversi ini.
Didik menjelaskan bahwa alasan dari DPC PDIP untuk tidak melantik Tiwi adalah karena menggunakan aturan internal partai, sementara pengurus PAC Weru ingin menggunakan aturan sesuai PKPU tentang suara terbanyak.
“Alasannya (Tiwi tidak dilantik), katanya pemerataan. Tapi dari awal tidak disebutkan. Dari awal Komandante itu suara terbanyak, selesai,” ucapnya.
Ancaman mundur massal dari pengurus ranting dan anak ranting juga disuarakan oleh Didik. Jika DPC atau DPD PDIP tidak melantik Tiwi sebagai anggota DPRD Sukoharjo, mereka siap mundur dalam jumlah besar, mencakup 13 desa di Weru dengan jumlah sekitar 400 orang, termasuk anak ranting.
Sementara itu, Aristya Tiwi Pramudiyatna menegaskan bahwa dirinya merupakan calon baru dalam Pemilu 2024 dan ikut kontestasi dengan sistem Komandante PDIP. Meskipun merasa telah mengamankan satu kursi di DPRD Sukoharjo dengan perolehan suara keempat tertinggi, isu penggantian caleg di bawahnya menghantui.
“Kita peroleh suara by name 5.330, tapi ada isu untuk internal partai kami tidak akan dilantik atau tidak lolos,” ungkap Tiwi.
Suaminya, Dedik, menambahkan bahwa pembagian wilayah Komandante PDIP sudah dipertanyakan oleh PAC PDIP Kecamatan Weru, namun tanpa jawaban memuaskan dari struktural DPC PDIP Sukoharjo.
Sekretaris DPC PDIP Sukoharjo, Nurjayanto, enggan memberikan tanggapan terperinci terkait ancaman mundur massal dari pengurus ranting dan anak ranting. “Ini kita no comment. Intinya parpol ada aturannya,” katanya. @cinde







