IndonesiaBuzz: Gaza, 20 Mei 2024 – Ketegangan di Jalur Gaza semakin memuncak setelah Israel menurunkan jet-jet tempur dan tank di seluruh penjuru wilayah tersebut. Serangan besar-besaran ini terjadi bersamaan dengan pertemuan Penasihat Keamanan Gedung Putih Jake Sullivan dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang bertujuan membahas peningkatan kampanye militer Israel di Gaza.
Gedung Putih sebelumnya menyatakan bahwa Sullivan diharapkan menekan Israel untuk melakukan serangan yang lebih terarah terhadap Hamas, menghindari serangan penuh di Rafah, sebuah kota di selatan Gaza yang dianggap sebagai benteng terakhir Hamas. Namun, tentara Israel telah merangsek ke Kota Rafah, memaksa ratusan ribu warga Palestina melarikan diri dari satu-satunya tempat yang dianggap aman bagi para pengungsi.
“Di penjuru Jalur Gaza, tidak ada tempat yang aman,” kata Majid Omran, yang menceritakan kepada Reuters bahwa seluruh keluarganya telah melarikan diri dari Rafah dan kembali ke rumah mereka di Khan Younis yang sudah hancur sejak lima bulan lalu.
Di Jabalia, wilayah utara Gaza, tentara Israel juga sudah memasuki area tersebut hingga ke gang-gang pada Minggu, 19 Mei 2024. Militer Israel mengakui operasi ini dilakukan untuk menghentikan kebangkitan Hamas dari wilayah tersebut. Tel Aviv beralasan bahwa langkah ini perlu untuk mengidentifikasi dan menghancurkan sarang-sarang teroris di Jabalia.
“Operasi militer ini bertujuan untuk mengidentifikasi tempat-tempat yang menjadi sarang teroris dan melakukan puluhan serangan untuk membantu pasukan Israel melancarkan serangan darat di area Jabalia,” demikian pernyataan militer Israel.
Israel juga mengkhawatirkan keberadaan puluhan terowongan di bawah area Rafah yang terhubung ke Mesir. Terowongan-terowongan ini diklaim digunakan oleh Hamas untuk menyuplai senjata dan amunisi, serta berpotensi digunakan untuk mengeluarkan sandera atau menjadi jalur keluar-masuk pejabat senior Hamas.
“Terowongan-terowongan ini digunakan oleh Hamas untuk mensuplai senjata dan amunisi serta berpotensi digunakan para penyelundup untuk mengeluarkan sandera atau tempat keluar-masuknya pejabat senior Hamas,” kata Wakil Jaksa Israel Noam Gilad dalam sebuah sidang di Den Haag, Jumat, 17 Mei 2024.
Situasi yang semakin memburuk ini menambah penderitaan warga Gaza yang sudah lama hidup dalam ketidakpastian dan ketakutan akibat konflik berkepanjangan. Dengan tidak adanya tempat yang aman, warga Gaza terus berusaha bertahan hidup di tengah gempuran yang tak kunjung usai. @cinde







