IndonesiaBuzz: Bojonegoro, 29 September 2025 – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) di Baresta Cafe, Desa Bangilan, Kecamatan Kapas, Minggu (28/9/25). Agenda ini sekaligus membuka jalan perombakan kepemimpinan organisasi meski masa jabatan ketua sebelumnya, Parno Suwanto, masih berlaku hingga 2027.
Langkah perombakan ini didorong oleh sejumlah persoalan internal. Mulai dari koordinasi yang dinilai macet, komunikasi antar-pengurus yang kurang berjalan, hingga keinginan penyegaran agar roda organisasi bisa kembali aktif.
Koordinator PPDI Kecamatan Baureno, Sukisno, menyebut kondisi organisasi saat ini “tidak baik-baik saja.” Menurutnya, komunikasi yang macet membuat banyak persoalan tidak terselesaikan. Karena itu, Muskerda kali ini menjadi momentum penting untuk menyelamatkan PPDI Bojonegoro.
Dalam forum tersebut, mayoritas pengurus kecamatan (pengcam) mendorong munculnya figur baru. Nama Kepala Dusun (Kasun) Jawik, Desa Tambakrejo, Rahmad Basuki, menguat sebagai calon tunggal. Dari 28 pengcam, sebanyak 25 menyatakan dukungan kepadanya.
Rahmad sendiri menegaskan visinya membangun komunikasi solid di internal organisasi. “Saya pikir dengan komunikasi itu, permasalahan bisa diketahui untuk kemudian tercapai jalan keluar,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa PPDI adalah milik bersama, sehingga semua masalah perlu dipikirkan secara kolektif.
Selain memperkuat internal, Rahmad menyebut PPDI ke depan juga akan bersinergi dengan pemerintah daerah, terutama dalam program peningkatan kesejahteraan perangkat desa.
Saat ini, PPDI Bojonegoro tercatat memiliki sekitar 3.200 anggota dari 419 desa yang tersebar di 28 kecamatan.(red)







