IndonesiaBuzz: Wanita – Maria Regina Jaga, salah satu perempuan inspiratif dari Indonesia yang menolak dengan tegas tawaran pekerjaan bergaji fantastis di Amerika Serikat. Sebaliknya, ia memilih pulang ke tanah kelahirannya di Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan tujuan memajukan pendidikan di sana.
Inja kerap disapa demikian, pada tahun 2017 dia berhasil meraih beasiswa Lembaga pengelola Dana Pendidikan (LPDP) program afirmasi Indonesia Timur. Dengan dia menjalani program tersebut, membuka pintu untuk menempuh S2 di Auburn University, Amerika Serikat, dengan spesialisai dalam Early Childhood Education.
Perempuan tangguh itu, memiliki alasan yang kuat mengapa ia memilih pendidikan anak usia dini. Sebab, sala itu belum banyak orang menyadari pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Menurutnya, PAUD bukan hanya tempat bermain, melainkan fondasi penting dalam proses pendidikan anak-anak menuju level lebih tinggi.
“Ini potensi yang saya lihat, yang saya rasa juga sangat penting untuk dipelajari oleh generasi Emas Indonesia,” ungkap Inja.
Berhasil menyelesaikan studi S2 dengan IPK sempurna, Inja mendapatkan tawaran pekerjaan fantastis di Amerika Serikat. Namun, ia memilih setia pada janjinya kepada LPDP, bahwa ilmunya akan berguna di tempat asalnya.
Bagi Inja, penerima beasiswa LPDP adalah calon penerima amanah, kepercayaan, harapan, dan doa terbaik Indonesia untuk perubahan. Untuk itu, ia bertekad mengembangkan ilmu yang dia dapat untuk kemajuan bangsa, khususnya di daerah asalnya.
“Saya pergi ke luar negeri untuk mencuri ilmunya. Ilmu saya akan mati jika hanya dipakai oleh saya sendiri. Jadi saya harus pulang,” tegas Inja.
Sebagai dosen di Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Inja aktif memadukan budaya dan kultur dalam pembelajaran. Ia juga menginisiasi penggunaan permainan tradisional, untuk mengajar bahasa Inggris dan bahasa Indonesia kepada anak-anak dan remaja.
“Saya tekankan agar cara belajar ini digunakan bagi calon-calon guru di kampus tempat saya mengajar,” kata Inja.
Lebih lanjut, Inja juga menjadi volunteer pengajar sejak 2013. Ia mengajar anak-anak putus sekolah di daerah tambang batu mangan di NTT lewat pendidikan luar sekolah. Ia berusaha membantu mereka meraih setara SD, SMP, dan SMA.
Dengan peran pentingnya dalam pendidikan di NTT, Inja mengingatkan bahwa keberhasilan bukan hanya diukur dari gaji yang fantastis, melainkan juga dari dampak positif yang dapat kita berikan kepada orang lain. @wara-e







