IndonesiaBuzz: Yogyakarta, 11 September 2025 – Letusan dahsyat Gunung Merapi pada 2010 tak hanya merenggut nyawa juru kunci legendaris, Mbah Maridjan. Seperangkat gamelan milik sang juru kunci juga ikut menjadi saksi bisu, hancur diterjang awan panas yang meluncur ke Kinahrejo, Cangkringan, Sleman.
Gamelan yang biasa digunakan Mbah Maridjan untuk kegiatan budaya dan ritual adat di lereng Merapi itu kini tak lagi bisa berdentang. Besi-besi dan kayu instrumen gamelan meleleh, patah, dan tak berbentuk akibat suhu panas tinggi yang melanda.
Bagi warga Kinahrejo, gamelan tersebut bukan sekadar alat musik, melainkan simbol budaya yang melekat erat dengan sosok Mbah Maridjan. Alunan gamelan kerap hadir dalam prosesi adat menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Merapi.
Kini, perangkat gamelan itu hanya tersisa sebagai kenangan pahit letusan Merapi 2010. Sejumlah bagian yang selamat disimpandi petilasan Mbah Maridjan sebagai pengingat, bahwa dahsyatnya alam mampu meluluhlantakkan warisan budaya sekalipun. (Zafran Al/koresponden Sukoharjo)







