IndonesiaBuzz : Madiun, 19 November 2025 – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun, M. Zahrowi, memimpin langsung Rapat Koordinasi Teknis menjelang penilaian akhir Adipura 2025 yang digelar di Rumah Makan Tali Roso, Caruban, Rabu (19/11/2025).
Rakor ini menjadi forum penting bagi Zahrowi untuk mengarahkan seluruh pemangku kepentingan agar siap menghadapi verifikasi lapangan pada 20–25 November 2025.
Rakor diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah, camat, kepala desa, ADM Perhutani, direktur RSUD, serta pengelola TPS3R dan bank sampah.
Di hadapan peserta rakor, Zahrowi menegaskan bahwa keberhasilan Adipura membutuhkan kerja bersama seluruh sektor.
“Kesiapan Adipura bukan hanya perhatian internal DLH, tapi tanggung jawab bersama. Alhamdulillah semua undangan hadir mewakili instansi masing-masing untuk persiapan enam hari ke depan,” ujarnya.
Melalui arahannya, Zahrowi menyampaikan bahwa penilaian Adipura saat ini menitikberatkan pada pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.
Ia menyebut aspek-aspek yang akan diperiksa tim verifikator mulai dari pemilahan sampah rumah tangga, kinerja bank sampah, operasional TPS3R, hingga kesiapan TPA yang harus bebas dari praktik open dumping.
Zahrowi menjelaskan bahwa Kabupaten Madiun telah memenuhi beberapa indikator utama, termasuk penerapan sistem control landfill yang mendekati sanitary landfill serta kondisi wilayah yang dinilai tidak memiliki TPS liar.
“Yang ditekankan adalah tidak boleh ada open dumping. Kabupaten Madiun sudah lolos itu. Tinggal memastikan seluruh TPS3R dan bank sampah unit beroperasi baik,” imbuhnya.
Ia juga menyoroti tantangan di lapangan, terutama perilaku sebagian masyarakat yang belum tertib dalam membuang sampah.
Untuk itu, Zahrowi mendorong percepatan operasional TPS3R dan pembentukan bank sampah di desa-desa yang belum memiliki fasilitas tersebut.
Meski masih ada pekerjaan rumah, Zahrowi tetap optimistis Kabupaten Madiun mampu meraih hasil baik dalam penilaian tahun ini.
Ia berharap predikat daerah bersih dapat dipertahankan sekaligus selaras dengan visi daerah “Bersahaja”.
“Kami optimis. Yang paling aman, lepas dari predikat kabupaten atau kota kotor. Kita berupaya dapat Sertifikat Adipura, bahkan berharap bisa meraih penghargaan Adipura,” katanya.
Penilaian Adipura 2025 terdiri dari tiga tahap verifikasi. Tahap terakhir dimulai pada 20 November, sementara pengumuman hasil penilaian diperkirakan pada Februari 2026. (Arn)







