IndonesiaBuzz: Tangerang, 24 Juni 2025 – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus mengupayakan proses evakuasi terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih terjebak di Iran menyusul meningkatnya ketegangan akibat serangan militer Israel dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kemlu, Andy Rahmianto, mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap WNI yang akan dievakuasi pada tahap kedua.
“Yang baru tercatat ada sekitar 380-an WNI yang masih di Iran. Pemerintah sudah memutuskan akan melakukan evakuasi tahap kedua, dan jumlahnya masih terus kami pantau,” ujarnya di Tangerang, Selasa (24/6).
Andy menambahkan, jumlah WNI yang masih berada di Iran belum dapat dipastikan secara pasti karena informasi terus bertambah. Tim Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Iran masih menerima permintaan evakuasi tambahan dari WNI yang menghubungi keluarga dan kerabat mereka yang berada di Tanah Air.
“Jumlah WNI yang meminta evakuasi masih bertambah setiap hari. Kami mendapatkan informasi dari WNI yang sudah tiba di Indonesia bahwa mereka berkomunikasi dengan teman dan keluarga mereka yang masih berada di sana dan ingin dievakuasi,” jelas Andy.
Pemerintah Indonesia telah membentuk tim antar-kementerian yang memantau situasi keamanan di kawasan Timur Tengah selama 24 jam untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar dan aman. Langkah ini menjadi bentuk kehadiran negara dalam memberikan pelayanan dan bantuan kepada WNI yang menghadapi risiko keamanan di wilayah tersebut.
“Saat ini situasi di kawasan sangat dinamis dan fluid. Pemerintah terus berupaya agar seluruh WNI dapat dievakuasi dengan aman dan segera dipulangkan ke Tanah Air,” tutup Andy.







