IndonesiaBuzz: Pendidikan – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen memperkuat akses pendidikan yang merata dan berkualitas. Salah satu langkah strategis dilakukan dengan mengevaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2025 melalui Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT).
Forum yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan itu digelar untuk merumuskan perbaikan sistem secara partisipatif. DKT diharapkan menjadi ruang refleksi bersama agar pelaksanaan SPMB lebih inklusif dan adil.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan SPMB penting sebagai instrumen pemerataan akses pendidikan.
“SPMB harus menjamin setiap anak Indonesia mendapatkan pendidikan, tanpa terkecuali,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/9/2025). Ia menegaskan prinsip inklusif dan berkeadilan menjadi dasar sistem penerimaan murid baru. “Tak boleh ada anak yang tertinggal karena kondisi atau latar belakangnya,” katanya.
Mu’ti menjelaskan, empat jalur SPMB yaitu domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi dirancang untuk menjangkau semua kalangan.
“Kami memastikan proses ini terbuka, adil, dan tanpa intervensi,” ucapnya.
Deputi Kemenko PMK Ojat Darojat mengapresiasi langkah Kemendikdasmen dalam mengawal SPMB secara kolaboratif. “DKT ini menjadi forum penting untuk menemukan solusi bersama,” kata Ojat. Ia berharap keterlibatan berbagai pihak dapat menyempurnakan kebijakan di masa mendatang. “SPMB adalah tanggung jawab bersama demi pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Gogot Suharwoto menyebut pelaksanaan SPMB 2025 sudah berjalan transparan dan akuntabel. “Namun, masih ada ruang perbaikan yang perlu ditindaklanjuti,” katanya.
Menurutnya, banyak praktik baik di daerah yang dapat dijadikan contoh nasional, termasuk pelibatan sekolah swasta dan transparansi daerah.
Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) juga aktif mendampingi pelaksanaan SPMB di seluruh daerah. “Kami identifikasi tantangan dan solusi dari tiap provinsi untuk peningkatan tahun depan,” ujarnya. (red)







