IndonesiaBuzz: Ngawi, 5 Agustus 2026 – Musim kemarau yang mulai melanda Kabupaten Ngawi membawa dampak serius bagi warga Desa Kiyonten, Kecamatan Kasreman. Selama sekitar satu bulan terakhir, puluhan warga mengalami krisis air bersih setelah sumur-sumur di permukiman mengering, sehingga mereka terpaksa mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di tengah keterbatasan pasokan air, sebagian warga menggali lubang di dasar sungai yang telah mengering guna memperoleh rembesan air tanah. Air yang perlahan menggenang di dalam lubang kemudian diambil menggunakan ember sebelum dibawa pulang untuk dimanfaatkan.
Sedikitnya lebih dari 10 kepala keluarga (KK) kini menggantungkan kebutuhan air bersih dari rembesan air di dasar sungai tersebut. Sementara warga lainnya harus menempuh perjalanan menuju sendang yang berada di kawasan hutan demi mendapatkan air.
Setelah tiba di rumah, air yang diperoleh tidak langsung digunakan. Warga terlebih dahulu menyaringnya menggunakan kain atau alat penyaring sederhana untuk mengurangi kotoran yang terbawa. Air tersebut kemudian dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari memasak, mandi, mencuci, hingga sebagian warga menggunakannya sebagai air minum setelah melalui proses penyaringan.
Salah seorang warga, Sutini, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung sekitar sebulan dan membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih berat.
“Kalau sampai rumah nanti disaring karena airnya kotor. Sudah sebulan ini memang sulit air,” ujar Sutini Rabu (5/8/26).
Keluhan serupa disampaikan Parlan. Menurutnya, sejak sumur-sumur warga tidak lagi mengeluarkan air, masyarakat tidak memiliki banyak pilihan selain mencari sumber air dari rembesan di dasar sungai.
“Sulit air, Mas. Sumur pada kering, akhirnya larinya ya ke sini, ke belik, supaya bisa dapat air,” katanya.
Kondisi kekeringan ini menjadi persoalan yang hampir setiap tahun dihadapi warga Desa Kiyonten ketika musim kemarau tiba. Krisis air bersih tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga meningkatkan beban masyarakat karena harus meluangkan waktu dan tenaga lebih untuk memperoleh air.
Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera menyalurkan bantuan air bersih agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
Selain bantuan darurat, masyarakat juga menginginkan solusi jangka panjang melalui pembangunan sarana penyediaan air bersih, seperti sumur dalam atau sistem distribusi air yang mampu menjangkau wilayah rawan kekeringan. Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan krisis air yang berulang setiap musim kemarau dapat ditangani secara lebih berkelanjutan dan tidak terus membebani kehidupan warga. (Esaputra /Koresponden Ngawi).







