IndonesiaBuzz: Wonogiri, 2 September 2026 – Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Wonogiri. Kondisi tersebut mendorong Polres Wonogiri menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di Desa Basuhan, Kecamatan Eromoko, Selasa (1/9/26).
Sebanyak 10 tangki air bersih disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga di empat dusun yang mengalami kesulitan memperoleh sumber air. Keempat wilayah tersebut yakni Dusun Kendal, Wonosumo, Pagersari, dan Danggolo.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Balai Desa Basuhan dan dihadiri Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar Hasyim, Ketua Bhayangkari Cabang Wonogiri Ny. Yuanita Haris Munandar Hasyim, jajaran pejabat utama Polres Wonogiri, Kapolsek Eromoko AKP Mulyadi, serta warga.
Kepala Desa Basuhan Sutini mengatakan empat dusun tersebut mengalami kesulitan mendapatkan sumber air yang dapat diandalkan ketika musim kemarau tiba.
“Di musim kemarau, ada empat dusun yang tidak memiliki sumber air yang bisa diandalkan. Warga kami mengandalkan air tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Sutini.
Menurutnya, lebih dari 300 warga yang tinggal di empat dusun tersebut terdampak kondisi kekeringan. Bantuan air dari kepolisian dinilai sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami sangat berbahagia mendapatkan bantuan air bersih dari Polres Wonogiri. Ini tentu sangat meringankan beban warga kami,” katanya.
Secara keseluruhan, bantuan tersebut diperuntukkan bagi 328 kepala keluarga (KK) di Desa Basuhan.
Ketua Bhayangkari Cabang Wonogiri Ny. Yuanita Haris Munandar Hasyim mengatakan penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi kesulitan akibat kekeringan.
Menurutnya, persoalan kekurangan air bersih tidak hanya terjadi di Desa Basuhan. Sejumlah wilayah lain juga menghadapi kondisi serupa, bahkan sebagian masyarakat harus mengandalkan air tadah hujan.
“Di mana-mana banyak wilayah yang mengalami kekeringan. Ada beberapa desa yang bahkan menggunakan air tadah hujan,” ujarnya.
Yuanita mengakui bantuan yang diberikan saat ini masih terbatas. Namun, pihaknya berharap dapat kembali menyalurkan bantuan apabila kondisi kekeringan masih berlangsung dan masyarakat membutuhkan.
“Bantuan yang saat ini kami berikan memang masih kurang, tetapi kami berharap di lain waktu bisa memberikan bantuan lagi,” imbuhnya.
Setelah penyerahan secara simbolis di balai desa, rombongan kemudian menuju Dusun Kendal untuk melihat langsung proses pendistribusian air kepada warga.
Penyaluran air bersih tersebut menjadi salah satu bentuk respons Polres Wonogiri terhadap dampak kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat.
Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar Hasyim menegaskan kehadiran kepolisian di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga ketika menghadapi situasi sulit.
Selain bantuan air bersih, diperlukan solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap distribusi air tangki setiap kali musim kemarau.
Karena itu, koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat perlu diperkuat untuk mencari alternatif penyediaan sumber air.
Sejumlah upaya yang dapat didorong antara lain pembangunan sumur bor serta penyediaan sarana penampungan air di wilayah yang selama ini menjadi titik rawan kekeringan.
Dengan langkah tersebut, bantuan air bersih diharapkan tidak hanya menjadi respons sementara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan air masyarakat di wilayah yang rutin mengalami kekeringan. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri).







