IndonesiaBuzz: Karanganyar, 22 Mei 2025 – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar resmi meningkatkan status kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan Masjid Agung Madaniyah Karanganyar ke tahap penyidikan. Langkah ini diambil setelah penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup kuat selama proses penyelidikan.
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Karanganyar, Hartanto, mengungkapkan bahwa penanganan kasus ini berawal dari laporan sejumlah vendor yang mengerjakan proyek pembangunan masjid pada tahun 2020 hingga 2021.
“Terkait dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Masjid Agung Karanganyar, awalnya kami menerima laporan dari vendor. Setelah itu, kami melakukan penyelidikan,” ujarnya saat dikonfirmasi RRI, Rabu (21/5/2025).
Dalam proses penyelidikan, Kejari telah memeriksa sejumlah saksi dari berbagai pihak terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karanganyar, pihak vendor, serta kontraktor utama. Selain itu, penyidik juga telah menyita sejumlah dokumen pendukung.
“Kami telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan penyitaan dokumen. Pihak-pihak yang telah kami mintai keterangan di antaranya dari Dinas PUPR, para vendor, serta kontraktor utama,” lanjut Hartanto.
Ia menegaskan, dengan ditemukannya dua alat bukti yang sah, status perkara kini dinaikkan ke tahap penyidikan. “Kami menemukan indikasi kuat adanya tindak pidana korupsi dalam pembangunan masjid tersebut, sehingga kasus ini kami tingkatkan ke penyidikan,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu perwakilan vendor, Adi Kurniawan, mengatakan bahwa pengaduan ke Kejari Karanganyar dilakukan setelah upaya penagihan kepada kontraktor utama tidak membuahkan hasil selama empat tahun terakhir.
“Sudah empat tahun kami menuntut hak kami tapi tidak ada kejelasan. Akhirnya kami meminta bantuan hukum ke Kejari,” kata Adi.
Ia menyebutkan, sekitar 40 vendor yang tergabung dalam Paguyuban Vendor Masjid Agung Madaniyah belum menerima pembayaran atas pekerjaan mereka. Total nilai yang belum dibayarkan diperkirakan mencapai Rp6,5 miliar.
Diketahui, proyek pembangunan Masjid Agung Madaniyah Karanganyar dikerjakan dengan sistem multiyears sejak 2019 hingga 2021. Kontraktor utama pelaksana proyek adalah PT MAM Energindo. Masjid termegah di Karanganyar ini dibangun dengan anggaran mencapai Rp89 miliar.







