IndonesiaBuzz: Jakarta, 12 Februari 2024 – Munculnya berbagai kecurangan yang diduga terstruktur, sistematis, dan masif menjelang Pemilu 2024 mengejutkan publik. Presiden Joko Widodo (Jokowi) diduga terlibat dalam mengerahkan lembaga negara untuk mendukung pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming. Informasi ini terungkap melalui film dokumenter berjudul “Dirty Vote” yang tayang kemarin, Ahad, 11 Februari 2024, pukul 11.00 WIB.
Film ini membongkar dugaan kecurangan yang dirancang untuk melanggengkan dinasti Jokowi. Tiga ahli hukum independen, yaitu Bivitri Susanti, Zainal Arifin Mochtar, dan Feri Amsari, memberikan insight tentang berbagai tindakan curang dalam upaya memenangkan pasangan calon tertentu.
Dandhy Laksono, sutradara film ini, menyajikan fakta yang mengejutkan dengan menghadirkan pandangan tajam para ahli hukum yang aktif dalam gerakan antikorupsi. “Saya mau terlibat dalam film ini karena banyak orang yang akan makin paham bahwa memang telah terjadi kecurangan yang luar biasa sehingga pemilu ini tidak bisa dianggap baik-baik saja,” ujar Bivitri dalam video teaser.
Meski film ini memunculkan kontroversi, link untuk menonton film tersebut baru dirilis pada pukul 11.39 WIB, lebih dari setengah jam setelah penayangan perdana. Dalam film ini, Zainal Arifin Mochtar menyatakan bahwa “film ini adalah monumen, tagihan” yang mencerminkan peran masyarakat dalam melahirkan sosok seperti Presiden Jokowi.
Feri Amsari menambahkan bahwa “Dirty Vote” dianggap mampu mendidik pemilih mengenai curangnya pemilu dan bagaimana politisi memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi. Film ini juga mengupas upaya penggunaan kekuasaan dengan infrastruktur yang kuat, tanpa malu-malu dipertontonkan di depan rakyat untuk mempertahankan status quo.
Tautan film dokumenter eksplanatori ‘Dirty Vote’ dapat diakses melalui: https://www.youtube.com/watch?v=RRgLZ66NCmE
Untuk mengunduh film ini, bisa ke link berikut: https://drive.google.com/drive/folders/1PYbrDw4ujWV0oF3ITc5MYs5441i7t3FQ?usp=drive_link
@cinde







