IndonesiaBuzz: Malang, Jawa Timur – Kawasan wisata bersejarah Kayutangan Heritage di pusat Kota Malang kembali menjadi magnet wisata saat momen libur panjang Iduladha 2025. Selama dua hari liburan, jumlah pengunjung yang memadati area ini tercatat mencapai 3.500 orang, membuktikan bahwa daya tarik kawasan heritage ini semakin kuat dari waktu ke waktu.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kayutangan Heritage, Mila Kurniawati, mengungkapkan bahwa lonjakan wisatawan sudah terasa sejak hari pertama pembukaan usai perayaan Iduladha.
“Pada 5 Juni, kami membuka kunjungan mulai pukul 1 siang, dan ada sekitar 1.500-an pengunjung. … Kemudian di hari Minggu (7 Juni) kami buka normal, sekitar 2.000 pengunjung datang ke sini,” jelas Mila.
Lonjakan ini dinilai sangat signifikan, apalagi karena sebagian besar pengunjung datang untuk menikmati atmosfer klasik Kayutangan yang kini telah tertata rapi dan fotogenik berkat revitalisasi pemerintah daerah.
Mila menyebut bahwa jumlah kunjungan kali ini mengalami peningkatan yang jauh dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada awal Juni 2024, jumlah kunjungan harian bahkan belum menyentuh angka 2.000 orang.
Tak hanya itu, secara akumulatif, Kayutangan Heritage mencatat pertumbuhan signifikan dari Januari hingga Mei 2025. Total kunjungan tercatat mencapai 149.000 wisatawan, melonjak drastis dari 70.000 pengunjung di periode yang sama tahun 2024.
“Jumlah pengunjungnya meningkat pesat. Tahun lalu di bulan yang sama hanya sekitar 70 ribu, tahun ini sudah 149 ribu. Itu menunjukkan ketertarikan terhadap Kayutangan terus naik,” imbuhnya.
Tak hanya berdampak pada sektor pariwisata, keramaian Kayutangan Heritage juga memberi pengaruh langsung terhadap ekonomi masyarakat sekitar. Para pelaku usaha lokal, mulai dari pedagang kuliner, penyedia jasa sewa kostum vintage, hingga tour guide lokal, turut merasakan manfaatnya.
“Pastinya berdampak positif untuk warga sekitar. Kami juga masih terus berpikir untuk membuat inovasi-inovasi lain agar semakin banyak wisatawan yang datang ke sini,” kata Mila.
Rencana pengembangan pun tengah disiapkan oleh Pokdarwis. Beberapa di antaranya termasuk penambahan event budaya lokal, penguatan narasi sejarah melalui teknologi, hingga optimalisasi titik-titik foto bagi wisatawan yang didominasi generasi muda.
Kayutangan Heritage Malang kini menjadi salah satu ikon wisata kota yang tak hanya menyuguhkan keindahan bangunan kolonial dan lorong-lorong nostalgia, tetapi juga menjadi pusat perputaran ekonomi kreatif berbasis masyarakat. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan saat momen libur Iduladha, potensi kawasan ini sebagai destinasi unggulan Jawa Timur semakin terbuka lebar.







