IndonesiaBuzz: Bojonegoro, 10 Februari 2026 – Penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali menunjukkan tren peningkatan di Kabupaten Bojonegoro. Hingga awal Februari 2026, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro mencatat sebanyak 86 ekor sapi terkonfirmasi terpapar PMK, meningkat signifikan dibandingkan akhir Januari 2026 yang masih berada di angka 60 ekor.
Lonjakan tersebut berarti terdapat penambahan 26 kasus dalam kurun waktu relatif singkat. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah langkah antisipatif guna menekan laju penyebaran penyakit pada hewan ternak, khususnya sapi.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Peternakan Disnakkan Bojonegoro, Lutfi Nurrahman, membenarkan adanya peningkatan kasus PMK di wilayahnya. Ia menegaskan pemantauan dan pembaruan data terus dilakukan secara berkala.
“Data terakhir mencatat 86 ekor sapi terjangkit PMK. Kami terus melakukan monitoring di lapangan dan memperbarui data sesuai perkembangan,” ujar Lutfi, Selasa (10/2/26).
Menurutnya, upaya penanganan dilakukan melalui pengawasan intensif, mulai dari deteksi dini, investigasi epidemiologi, hingga pemeriksaan klinis terhadap ternak. Petugas juga melakukan pendataan populasi ternak yang rentan serta menelusuri sumber penularan dan potensi penyebaran virus di masing-masing wilayah.
Selain peningkatan kasus terinfeksi, Disnakkan Bojonegoro juga mencatat adanya kenaikan jumlah kematian akibat PMK. Hingga awal Februari, enam ekor sapi dilaporkan mati, meningkat dari dua ekor pada laporan per 31 Januari 2026.
Untuk mencegah penyebaran lebih luas, Pemkab Bojonegoro berencana memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak, terutama sapi yang masuk dari luar daerah. Pengendalian mobilitas ternak dinilai krusial untuk meminimalisasi risiko penularan PMK antarwilayah.
Pemerintah daerah mengimbau para peternak untuk segera melapor apabila menemukan gejala PMK pada ternaknya serta meningkatkan biosekuriti kandang. Langkah ini diharapkan dapat menekan dampak PMK terhadap sektor peternakan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi peternak di Bojonegoro. (M.Tohir /Koresponden Bojonegoro)







