Indonesiabuzz.com : Demak, 15 Juni 2024 – Sudah menjadi salah satu tradisi di Karaton Surakarta Hadiningrat untuk menyerahkan abon abon menjelang dilaksanakannya Garebeg Besar di Karaton Surakarta Hadiningrat, seiring akan dilaksanakanya penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijogo pada tanggal 10 Dzulhijah setiap tahunnya.
Begitu pula tahun ini, atas perintah Raja Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat SISKS Pakoe Boewono XIII, upacara penyerahan Abon abon oleh Karaton Surakarta Hadiningrat di Kadilangu, Kabupaten Demak terlaksana dengan baik di Pendopo Notobratan, Kadilangu, Demak, Sabtu (15/6/2024).
Dalam tradisi ini, pihak Karaton Surakarta menyerahkan Abon abon yaitu ritual penyerahan minyak jamas beserta ubo rampe ( perlengkapan pendukung) dari yang akan dipergunakan untuk menjamasi pusaka peninggalan Sunan Kalijaga oleh ahli waris di Kadilangu, Demak,Jawa Tengah.
Dari pihak Karaton Surakarta hadir Pengageng Parentah Karaton Surakarta KGPH Adipati Drs. Dipokusumo M.Si., Pengageng Keputren GKR Alit dan beberapa adik dari SISKS Pakoe Boewono XIII, seperti GRAy. Dra. Koes Raspiyah dan GRAy. Koes Rasmaniyah.
Kemudian para Sentana Dalem, Abdi Dalem dan juga prajurit Karaton Surakarta Hadiningrat juga turut serta dalam acara ini.

Sedangkan dari pihak penerima Abon abon, hadir Sesepuh Ahli Waris Sunan Kalijaga Muhammad Cahyo Imam Santoso bersama keluarga besar ahli waris Sunan Kalijaga.
Dari pantauan Indonesiabuzz.com, tampak Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E. dan Wakil Bupati Demak Ali Makhsun turut hadir dalam acara tersebut.
Rombongan kirab dari Karaton Surakarta tiba di Pendopo Notobratan, Kadilangu, Demak, kemudian Abon abon berikut ‘ubo rampe’ (perlengkapan) jamasan pusaka diserahkan oleh Pengageng Parentah Karaton Surakarta KGPH Adipati Drs. Dipokusumo M.Si. dan diterima oleh Muhammad Cahyo Imam Santoso selaku Sesepuh Ahli Waris Sunan Kalijaga.
Ditemui usai acara, Gusti Dipo (panggilan akrabnya) mengungkapkan bahwa minyak yang ada dalam Abon abon tersebut diambil dari buah pohon kelapa yang tumbuh di dalam area Masjid Ageng Karaton Surakarta.
“Minyak yang ada dalam Abon abon dari Karaton Surakarta Hadiningrat ini, diambil dari buah pohon kelapa yang tumbuh di area Masjid Ageng Karaton Surakarta Hadiningrat. Tepatnya di sebelah barat agak ke utara,” jelas Gusti Dipo.
“Hal ini berkaitan dengan, bahwa arah Barat merupakan kiblat umat agama Islam, yakni menghadap ke Ka’bah,” pungkas adik dari SISKS Pakoe Boewono XIII tersebut. (Puthut-Red)







