IndonesiaBuzz: Jakarta, 28 Juni 2024 – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan komitmennya dalam memberantas praktik judi online di Indonesia hingga ke akar-akarnya. Pernyataan ini sejalan dengan instruksi dari Presiden untuk menuntaskan kasus tersebut.
“Yang jelas terkait dengan masalah judi online, saya sudah perintahkan dan ini juga sudah menjadi perintah Bapak Presiden untuk diusut tuntas. Jadi saya kira seluruh anggota yang tergabung dalam Satgas, apakah dari Kominfo, apakah dari BSSN, maupun dari Polri sendiri tentunya saat ini bekerja sama dengan kawan-kawan di PPATK dan OJK menelusuri semuanya,” kata Kapolri Jumat (28/6/2024).
Lebih lanjut, Kapolri menegaskan bahwa penelusuran akan terus dilakukan hingga mencapai para bandar besar di balik operasi judi online. “Tentunya kita akan terus melakukan penelusuran sampai dengan titik puncak. Nanti dilihat saja ke depan,” ujarnya.
Sebelumnya, Satgas Pemberantasan Judi Online menggelar rapat koordinasi tingkat menteri di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada Rabu (19/6). Rapat ini dipimpin oleh Menko Polhukam Hadi Tjahjanto selaku Ketua Satgas. Rapat ini dihadiri oleh Menkominfo Budi Arie Setiadi dan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana.
Dalam rapat tersebut, Hadi Tjahjanto mengungkapkan bahwa pemain judi online terbanyak berasal dari rentang usia 30-50 tahun dengan jumlah mencapai 1,64 juta orang. Sementara itu, pemain berusia di atas 50 tahun tercatat sekitar 1,35 juta orang.
Hadi juga menyebutkan bahwa mayoritas pemain judi online berasal dari kalangan menengah ke bawah, dengan nilai transaksi sekali main berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 100.000. “Ini rata-rata kalangan menengah ke bawah yang jumlahnya 80% dari jumlah pemain 2,37 juta,” ujar Hadi.







