IndonesiaBuzz: Wonogiri, 6 November 2025 – Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo mengajak seluruh tokoh lintas agama untuk bersinergi menekan tingginya angka kasus bunuh diri di wilayah Kabupaten Wonogiri. Ajakan itu disampaikan dalam acara ramah tamah bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Wonogiri di Rumah Makan Sari Raras, Kamis (6/11/25).
Acara tersebut turut dihadiri Kabagops Polres Wonogiri, Kasatreskrim, Kasat Intelkam, Kasat Narkoba, dan Kasi Humas AKP Anom Prabowo SH MH. Dalam kesempatan itu, Kapolres Wahyu menyampaikan keprihatinannya atas meningkatnya kasus bunuh diri yang terjadi hampir setiap hari di wilayah hukumnya.
“Saya jujur sangat prihatin, di Wonogiri ini rata rata ada tiga kasus bunuh diri per bulan, Itu yang tercatat dan dilaporkan, belum termasuk yang mungkin tidak dilaporkan,” ungkap Wahyu dengan nada serius.
Menurutnya, kondisi keamanan wilayah Wonogiri secara umum relatif kondusif dibandingkan daerah lain di bawah Polda Jateng. Namun, angka bunuh diri yang tinggi menjadi masalah sosial yang perlu ditangani bersama dengan pendekatan lintas sektor dan lintas iman.
“Mumpung saya bertemu para tokoh agama, mari kita bergandeng tangan. Saya yakin semua agama melarang perbuatan ini. Melalui penguatan iman dan mental spiritual di lingkungan umat masing-masing, kita bisa membantu mencegah tindakan bunuh diri,” imbau Wahyu.
Ia menambahkan, kasus bunuh diri terbanyak dilakukan oleh kelompok usia produktif antara 30 hingga 40 tahun, sebagian besar dipicu oleh tekanan ekonomi. Sementara itu, kalangan lanjut usia yang melakukan hal serupa biasanya karena penyakit menahun yang tak kunjung sembuh.
Kapolres menilai peran tokoh agama dari berbagai unsur seperti Islam (NU, Muhammadiyah, LDII, MTA), Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha sangat strategis dalam menyampaikan pesan moral dan spiritual di lingkungan masing masing.
“Para tokoh agama memiliki pengaruh besar dalam memberikan penguatan dan harapan kepada umat. Pencerahan dari panjenengan semua bisa mencegah masyarakat berpikir pendek,” ujarnya.
Selain itu, AKBP Wahyu juga menegaskan komitmen Polres Wonogiri bersama Bupati dan Forkopimda untuk menjaga stabilitas keamanan agar iklim investasi dan ekonomi daerah terus tumbuh.
“Tidak harus pabrik besar. Usaha kecil pun penting karena bisa menggerakkan ekonomi. Jika ekonomi masyarakat membaik, mereka tidak lagi tertekan sampai berpikir untuk mengakhiri hidup,” pungkasnya.
Acara tersebut diakhiri dengan penegasan sinergi antara aparat kepolisian dan FKUB Wonogiri dalam membangun kesadaran bersama untuk menjaga kehidupan sosial yang lebih sehat, beriman, dan berdaya. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri)







