IndonesiaBuzz: Lumajang, 16 April 2026 – Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sampurno (45), menjadi korban pembacokan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) di kediamannya sendiri, Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi saat korban menerima kunjungan sejumlah tamu. Berdasarkan rekaman CCTV di lokasi, suasana awal pertemuan berlangsung normal tanpa indikasi mencurigakan. Namun situasi mendadak berubah ketika salah satu tamu berdiri dan mengeluarkan senjata tajam jenis celurit.
Pelaku kemudian mengacungkan senjata ke arah korban, disusul beberapa orang lain dalam rombongan yang ikut melakukan penyerangan. Aksi brutal pun terjadi, dengan pelaku melayangkan pukulan serta sabetan senjata tajam ke tubuh korban.
Kasat Reskrim Polres Lumajang, Pras Adinata, menyampaikan bahwa korban awalnya tidak menaruh kecurigaan terhadap kedatangan para pelaku.
“Korban mengira puluhan orang tersebut datang untuk bertamu seperti biasa,” ujarnya, Kamis (16/4/26).
Namun di tengah pertemuan, terjadi cekcok yang memicu aksi penganiayaan. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bacok serius di bagian kepala dan punggung sebelah kanan. Meski demikian, kondisi korban dilaporkan mulai membaik setelah mendapatkan perawatan medis dan sudah dapat diajak berkomunikasi.
Polisi menduga jumlah pelaku lebih dari 15 orang yang datang secara terorganisir menggunakan dua mobil dan beberapa sepeda motor. Setelah melakukan penyerangan, para pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
“Pelaku lebih dari 10 orang, datang menggunakan dua mobil dan beberapa sepeda motor,” tambah Pras.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik penyerangan tersebut sekaligus memburu para pelaku yang identitasnya belum teridentifikasi. Barang bukti berupa senjata tajam juga belum ditemukan karena diduga dibawa kabur oleh pelaku.
Kasus ini kini menjadi perhatian serius aparat, mengingat aksi kekerasan dilakukan secara terencana dan melibatkan banyak orang di lingkungan permukiman warga. @yudi







