IndonesiaBuzz: Jakarta, 26 Desember 2023 – Lima hari sebelum pergantian tahun 2024, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat adanya kenaikan harga beras di seluruh Indonesia. Pada hari ini, Selasa, 26 Desember 2023, panel harga Bapanas mencatat rerata harga beras masih melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah sejak Maret 2023.
Harga beras premium rata-rata nasional di pedagang eceran hari ini naik 0,34 persen menjadi Rp 14.950 per kilogram (kg) dibandingkan dengan hari sebelumnya, Senin, 25 Desember 2023. Sementara itu, harga beras medium juga mengalami kenaikan sebesar 0,61 persen menjadi Rp 13.190 per kg.
Kemarin, harga rata-rata nasional beras premium di tingkat pedagang eceran mencapai Rp 14.900 per kg, sedangkan harga beras medium tercatat Rp 13.110 per kg.
Meskipun terjadi kenaikan hari ini, harga beras premium dan medium sempat mengalami penurunan. Kemarin, harga beras premium turun menjadi Rp 14.900 per kg dari Rp 14.990 per kg sehari sebelumnya. Begitu pula dengan harga beras medium yang turun menjadi Rp 13.110 per kg dari Rp 13.200 per kg.
Berkaitan dengan ketersediaan beras, Badan Urusan Logistik (Bulog) menyatakan bahwa stok cadangan beras untuk Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) berada dalam kondisi aman. Manager Humas dan Kelembagaan Bulog, Tomi Wijaya, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat stok cadangan beras sebanyak 1,4 juta ton yang dikuasai Bulog.
“Tersedia stok lebih dari cukup dan aman,” kata Tomi di Kantor Bulog, Jumat (15/12/2023).
Tomi juga menambahkan bahwa selain stok cadangan sebanyak 1,4 juta ton, Bulog menerima tambahan baru dari penugasan impor sebanyak 500 ribu ton. Hal ini karena Bulog mendapatkan kontrak 1 juta ton dari penugasan impor beras pemerintah hingga akhir 2023 sebanyak 1,5 juta ton.
Dari kontrak tersebut, 500 ribu ton sudah masuk, sementara 500 ribu ton lainnya masih dalam perjalanan. Sementara 500 ribu ton dari sisa penugasan pemerintah masih dalam tahap penjajakan.
Tomi menjelaskan bahwa saat ini Bulog telah memiliki kontrak dengan beberapa negara, seperti Thailand, Vietnam, Pakistan, Myanmar, dan Kamboja. “Selanjutnya, kami juga akan menjajaki dengan India maupun negara lain yang memungkinkan dan memenuhi persyaratan,” ujarnya.
Terakhir, Tomi menyebut bahwa pemerintah melalui Bapanas menugaskan Bulog untuk melaksanakan dua instrumen utama guna mengantisipasi gejolak harga beras di Indonesia melalui program Bantuan Pangan dan Operasi Pasar atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). @indonesiabuzz







