IndonesiaBuzz: Surakarta, 12 Januari 2025 – Menjelang Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili, Klenteng Tien Kok Sie di kawasan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, menggelar tradisi sakral berupa ritual penyucian rupang atau patung dewa-dewi, Jumat (10/1/2025).
Ritual ini dikenal sebagai prosesi kimsin, yang berlangsung dengan penuh kebersamaan dan gotong royong. Sejak pukul 08.00 WIB, jemaat yang terdiri dari penganut agama Konghucu, Tao, dan Buddha berkumpul untuk membersihkan rupang serta interior klenteng.
Sebelum memulai, mereka terlebih dahulu melakukan sembahyang bersama selama 30 menit, diikuti pembagian tugas, seperti menyiapkan bunga, air, handuk, bak, dan meja.
Ketua Yayasan Klenteng Tien Kok Sie, Sumantri Dana Waluyo, menjelaskan bahwa prosesi ini memiliki makna sakral sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur atau para dewa.
“Tradisi memandikan rupang ini adalah bentuk penghormatan kepada para leluhur atau para dewa yang menjadi perantara antara manusia dan Yang Maha Kuasa. Kami percaya bahwa para dewa-dewi tengah naik ke langit untuk melaporkan peristiwa selama setahun terakhir kepada Tuhan,” ungkap Sumantri dilansir dari Mettanews, Minggu (12/1/2025).
Dalam prosesi penyucian ini, perlakuan khusus diterapkan. Rupang dimandikan menggunakan air hangat dan bunga, sementara alat-alat seperti kuas dan lap harus dalam kondisi baru. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesakralan ritual dan memberikan penghormatan tertinggi kepada para dewa.
Selain itu, pembersihan ini juga bertujuan untuk memastikan klenteng tetap bersih selama perayaan Imlek, sehingga jemaat dapat beribadah dengan khusyuk. “Kami berusaha menyelesaikan pembersihan seluruh rupang dan interior dalam satu hingga dua hari, agar tidak mengganggu peribadatan umat,” tambah Sumantri.







