Saturday, June 13, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Humaniora Sastra

Jejak yang Tertinggal di Batu

by Jeje
June 23, 2025
Reading Time: 2 mins read
Jejak yang Tertinggal di Batu

Cover Asli ( foto dok. IB )

“Tidak semua cinta berakhir dengan memiliki. Tapi sebagian cinta, justru melahirkan pemahaman yang abadi.”

Surakarta, 23 Juni 2025

Langit Jogja sore itu redup. Seperti perasaan Arya, mahasiswa tingkat akhir jurusan Sejarah Budaya, yang sedang duduk di tangga candi kecil peninggalan abad ke-9 di lereng selatan Gunung Merapi. Buku catatannya terbuka, tapi tak satu pun kata tertulis.

Sore itu bukan tentang penelitian. Tapi tentang Lintang.

Gadis itu datang sebulan lalu, sebagai peserta magang dari kampus di Bandung. Wajahnya biasa saja, tapi matanya… seperti menyimpan musim hujan di bulan kemarau.

Mereka dipasangkan untuk proyek akhir semester: mendokumentasikan kisah lisan dari warga desa sekitar Candi Kedulan. Tugas sederhana. Tapi entah bagaimana, di sela-sela rekaman dan wawancara, hati Arya jadi sibuk mencatat hal lain senyum Lintang, tawa ringannya, cara ia menghargai setiap cerita orang tua, seolah sejarah bukan kumpulan peristiwa mati, tapi napas yang hidup.

BeritaTerkait

Di Antara Waktu yang Menyimpan

Yang Tak Selesai

Di hari ketiga belas, mereka duduk bersama di depan rumah Pak Suparman, juru pelihara candi.

“Kamu tahu, candi itu nggak pernah dibangun sendirian,” kata Lintang. “Selalu ada komunitas di baliknya. Tukang batu, tukang ukir, bahkan ibu-ibu yang masak untuk para pekerja. Tapi mereka semua tidak tercatat namanya. Hilang.”

Arya menatapnya.

“Kamu kasihan?” tanyanya.

“Bukan kasihan,” jawab Lintang. “Aku cuma merasa… ada cinta yang tulus di situ. Mereka membangun sesuatu yang mereka tahu takkan dikenal siapa yang mengukirnya. Tapi tetap melakukannya. Karena mereka percaya, sesuatu yang baik akan abadi… meski tak diingat.”

Dan Arya tahu, sejak saat itu, ia jatuh cinta.

Di hari kedua puluh satu, Lintang pamit. Ia harus kembali ke Bandung. Magangnya selesai. Proyek pun rampung.

Di bandara, Arya memberinya selembar kertas. Bukan surat cinta. Bukan puisi. Hanya satu kalimat:

“Sejarah bukan tentang siapa yang dikenang. Tapi tentang siapa yang tetap menjaga, bahkan saat tak lagi bersama.”

Lintang membacanya, tersenyum, lalu berkata, “Jangan berhenti mencintai hal-hal yang tak bisa kamu miliki. Karena di sanalah kita belajar tentang ketulusan.”

Lalu ia pergi. Tanpa pelukan. Tanpa janji. Tapi dengan pemahaman yang sunyi.

Tiga tahun kemudian, Arya jadi dosen muda. Ia masih sering ke Candi Kedulan. Tapi bukan untuk menunggu Lintang kembali. Hanya untuk duduk diam, merasakan angin, dan mengingat bahwa cinta seperti batu tua di candi mungkin tidak berubah apa-apa, tapi juga tidak pernah benar-benar hilang.

Tags: CerpenSastrasebuah cerpen singkat
Share279SendScan

Trending

Massa Mahasiswa Bertahan di Thamrin hingga Malam, Aksi di Bundaran HI Berlangsung Kondusif di Bawah Pengawalan Ketat
News

Massa Mahasiswa Bertahan di Thamrin hingga Malam, Aksi di Bundaran HI Berlangsung Kondusif di Bawah Pengawalan Ketat

9 hours ago
Polres Wonogiri Bongkar Jaringan Curanmor Lintas Wilayah, Pelaku Beraksi hingga Pacitan
News

Polres Wonogiri Bongkar Jaringan Curanmor Lintas Wilayah, Pelaku Beraksi hingga Pacitan

13 hours ago
BEM UI Kerahkan Seribu Mahasiswa ke Bundaran HI, Soroti Krisis Ekonomi dan Kebijakan Pemerintah
News

BEM UI Kerahkan Seribu Mahasiswa ke Bundaran HI, Soroti Krisis Ekonomi dan Kebijakan Pemerintah

13 hours ago
Tiga Gunung Api di Indonesia Timur Meletus Hampir Bersamaan, Badan Geologi Tingkatkan Kewaspadaan
News

Tiga Gunung Api di Indonesia Timur Meletus Hampir Bersamaan, Badan Geologi Tingkatkan Kewaspadaan

19 hours ago
Jelang Bulan Suro, Muspika Kartoharjo Bekali 149 Calon Warga PSHT untuk Jaga Persaudaraan dan Kamtibmas
News

Jelang Bulan Suro, Muspika Kartoharjo Bekali 149 Calon Warga PSHT untuk Jaga Persaudaraan dan Kamtibmas

21 hours ago
Indonesiabuzz.com

Enter your email address

TERBARU

Massa Mahasiswa Bertahan di Thamrin hingga Malam, Aksi di Bundaran HI Berlangsung Kondusif di Bawah Pengawalan Ketat

Massa Mahasiswa Bertahan di Thamrin hingga Malam, Aksi di Bundaran HI Berlangsung Kondusif di Bawah Pengawalan Ketat

June 12, 2026
Polres Wonogiri Bongkar Jaringan Curanmor Lintas Wilayah, Pelaku Beraksi hingga Pacitan

Polres Wonogiri Bongkar Jaringan Curanmor Lintas Wilayah, Pelaku Beraksi hingga Pacitan

June 12, 2026

TERPOPULER

SD Al Husna IFDS Madiun Konsisten Bentuk Generasi Berkarakter dan Berprestasi

Atlet Muda Wushu Ngawi Bersinar di Kejurprov Jatim 2026, Raih Lima Emas dan Enam Perak

CV. Bangkit Apresiasi Pemkot Madiun Batalkan Tender Gedung Rawat Inap

Kyai Kolo Dete: Misteri Leluhur Bocah Gimbal Dieng

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In