Tuesday, September 22, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Humaniora Sastra

Jejak yang Tertinggal di Batu

by Jeje
June 23, 2025
Reading Time: 2 mins read
Jejak yang Tertinggal di Batu

Cover Asli ( foto dok. IB )

“Tidak semua cinta berakhir dengan memiliki. Tapi sebagian cinta, justru melahirkan pemahaman yang abadi.”

Surakarta, 23 Juni 2025

Langit Jogja sore itu redup. Seperti perasaan Arya, mahasiswa tingkat akhir jurusan Sejarah Budaya, yang sedang duduk di tangga candi kecil peninggalan abad ke-9 di lereng selatan Gunung Merapi. Buku catatannya terbuka, tapi tak satu pun kata tertulis.

Sore itu bukan tentang penelitian. Tapi tentang Lintang.

Gadis itu datang sebulan lalu, sebagai peserta magang dari kampus di Bandung. Wajahnya biasa saja, tapi matanya… seperti menyimpan musim hujan di bulan kemarau.

Mereka dipasangkan untuk proyek akhir semester: mendokumentasikan kisah lisan dari warga desa sekitar Candi Kedulan. Tugas sederhana. Tapi entah bagaimana, di sela-sela rekaman dan wawancara, hati Arya jadi sibuk mencatat hal lain senyum Lintang, tawa ringannya, cara ia menghargai setiap cerita orang tua, seolah sejarah bukan kumpulan peristiwa mati, tapi napas yang hidup.

BeritaTerkait

Di Antara Waktu yang Menyimpan

Yang Tak Selesai

Di hari ketiga belas, mereka duduk bersama di depan rumah Pak Suparman, juru pelihara candi.

“Kamu tahu, candi itu nggak pernah dibangun sendirian,” kata Lintang. “Selalu ada komunitas di baliknya. Tukang batu, tukang ukir, bahkan ibu-ibu yang masak untuk para pekerja. Tapi mereka semua tidak tercatat namanya. Hilang.”

Arya menatapnya.

“Kamu kasihan?” tanyanya.

“Bukan kasihan,” jawab Lintang. “Aku cuma merasa… ada cinta yang tulus di situ. Mereka membangun sesuatu yang mereka tahu takkan dikenal siapa yang mengukirnya. Tapi tetap melakukannya. Karena mereka percaya, sesuatu yang baik akan abadi… meski tak diingat.”

Dan Arya tahu, sejak saat itu, ia jatuh cinta.

Di hari kedua puluh satu, Lintang pamit. Ia harus kembali ke Bandung. Magangnya selesai. Proyek pun rampung.

Di bandara, Arya memberinya selembar kertas. Bukan surat cinta. Bukan puisi. Hanya satu kalimat:

“Sejarah bukan tentang siapa yang dikenang. Tapi tentang siapa yang tetap menjaga, bahkan saat tak lagi bersama.”

Lintang membacanya, tersenyum, lalu berkata, “Jangan berhenti mencintai hal-hal yang tak bisa kamu miliki. Karena di sanalah kita belajar tentang ketulusan.”

Lalu ia pergi. Tanpa pelukan. Tanpa janji. Tapi dengan pemahaman yang sunyi.

Tiga tahun kemudian, Arya jadi dosen muda. Ia masih sering ke Candi Kedulan. Tapi bukan untuk menunggu Lintang kembali. Hanya untuk duduk diam, merasakan angin, dan mengingat bahwa cinta seperti batu tua di candi mungkin tidak berubah apa-apa, tapi juga tidak pernah benar-benar hilang.

Tags: CerpenSastrasebuah cerpen singkat
Share280SendScan

Trending

Indeks Desa 2026 Catat 174 Desa Mandiri di Madiun
News

Indeks Desa 2026 Catat 174 Desa Mandiri di Madiun

14 minutes ago
Auto Draft
Ekonomi & Bisnis

KAI Daop 7 Potong Harga Tiket 10 Persen bagi Akademisi

22 minutes ago
Pemkab Madiun Bekali PEKKA Keterampilan untuk Kembangkan Usaha
News

Pemkab Madiun Bekali PEKKA Keterampilan untuk Kembangkan Usaha

33 minutes ago
KPK Duga Bupati Bolmut Terima Gratifikasi Rp11,14 Miliar
News

KPK Duga Bupati Bolmut Terima Gratifikasi Rp11,14 Miliar

1 hour ago
KPK Tahan Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Usai OTT
News

KPK Tahan Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Usai OTT

3 hours ago
Indonesiabuzz.com

TERBARU

Indeks Desa 2026 Catat 174 Desa Mandiri di Madiun

Indeks Desa 2026 Catat 174 Desa Mandiri di Madiun

September 22, 2026
Auto Draft

KAI Daop 7 Potong Harga Tiket 10 Persen bagi Akademisi

September 22, 2026

TERPOPULER

Mahasiswa PK UNY Edukasi 300 Siswa SD Condongcatur Tentang PHBS

Perempuan 54 Tahun Ditemukan Meninggal di Aliran Bengawan Solo Ngawi

Keterbatasan Anggaran Tak Halangi Atlet Muda Sasana Soerjo Ngawi Borong Lima Medali di Kejurprov IBCA MMA

Untung, Latief, dan Supardjo: Para Perwira dalam Pusaran G30S

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In