Indonesiabuzz.com : Madiun, 10 Februari 2024 – Madiun kembali diguncang kabar tragis. Pasalnya, seorang balita ditemukan mengapung di sungai, di wilayah Desa Nglandung, Kec. Geger, Kab. Madiun pada Sabtu (10/2/2014).
Andri Kurniawan, warga setempat, menceritakan bahwa ketika dia pertama kali mengetahui jasad yang mengapung, kemudian dirinya segera mengambil foto jasad tersebut dengan ponselnya.
Kemudian, dirinya melaporkan hal tersebut ke warga sekitar agar segera dilakukan pertolongan.
“Tahu ada bayi mengapung itu sekitar pukul 14.15, lalu waktu saya habis panggil warga itu di tengah sungai sudah tidak ada bayinya,” ujarnya.
“Warga coba menyelam dan menyusuri sekitar sungai juga belum ketemu,” imbuh Andri.
Mendengar laporan ini, pihak BPBD Kabupaten Madiun langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung melakukan pencarian.
“Kami menerima laporan sekitar pukul 15.45, bahwa masyarakat melihat ada jenazah mengambang di sungai,” ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Madiun Boby Saktia Putra Lubis.
Dia menjelaskan, dari hasil pencarian data dan memastikan kesamaan ciri-ciri, ditemukan bahwa jasad itu merupakan seorang balita usia 4 tahun dengan jenis kelamin laki laki, bernama Algaisan Hafid Fahrezi, putra dari Supriyanto 52, dan Sriyani 43, warga Desa Jatisari, Kecamatan Geger, Madiun.
“Penyisiran sungai mulai dari titik dilaporkan hingga jembatan besar di Nglandung itu sejauh 1 kilometer,” kata dia.
“Perkiraan korban jatuh di Desa Jatisari yang jaraknya dengan titik dilaporkan mengapung juga 1 kilometer,” bebernya.
Segala upaya pencarian dilakukan namun hingga malam belum juga ditemukan tanda-tanda sosok balita tersebut.
Petugas BPBD pun menghentikan sementara proses pencarian dan rencana akan melanjutkan kembali pada Minggu (11/2/2024) pagi, dengan melibatkan Basarnas.
“Malam ini kami lakukan pemantuan dan juga menjaga pintu dam sungai Sambirejo. Harapannya jangan sampai korban melewati sungai. Kalau masuk ke aliran Bengawan Solo, pencarian lebih lama dan lebih sulit,” pungkasnya. (Puthut-Red)







