IndonesiaBuzz: Surakarta, 26 Agustus 2025 – Usai mengelar tradisi Jamasan Gongso Kanjeng Kyai Guntur Madu Lan Kanjeng Kyai Guntur Sari Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat melanjutkan kegiatan dengan menggelar tradisi jamasan pusaka Gongsa Kanjeng Kyai Surak di Bangsal Balebang Sitinggil, kompleks Kraton Surakarta, Selasa (26/8/25) pagi. Prosesi tersebut menjadi rangkaian penting dalam Hajad Dalem Pareden Garebeg Mulud atau Sekaten tahun Dal 1959/2025 Masehi.
Sejak pagi, puluhan Abdi Dalem dan Sentono Dalem tampak hadir dengan busana adat lengkap. Prosesi diawali dengan wilujengan atau doa bersama, sebagai bentuk permohonan keselamatan dan kelancaran acara. Usai wilujengan, para Abdi Dalem kemudian melanjutkan dengan jamasan pusaka Gongsa Kanjeng Kyai Surak, disertai sejumlah gamelan pusaka lain milik Kraton.
Sentono Dalem Kraton Surakarta, KRA. Citro Adiningrat, yang memimpin jalannya prosesi, menjelaskan bahwa jamasan pusaka bukan sekadar tradisi pembersihan benda pusaka, melainkan sarat makna spiritual.
“Jamasan Pusaka Gongsa Kanjeng Kyai Surak menjadi bagian penting dalam persiapan menuju Garebeg Mulud, yaitu perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 5 September 2025 mendatang,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan jamasan juga menjadi tahapan penting sebelum keluarnya dua gamelan pusaka legendaris Kraton, yakni Kanjeng Kyai Guntur Madu dan Kanjeng Kyai Guntur Sari. Kedua gamelan tersebut akan ditabuh pertama kali dalam prosesi Sekaten di halaman Masjid Agung Surakarta pada 5 September 2025.
“Tradisi ini tidak hanya menjaga fisik pusaka agar tetap lestari, tetapi juga menghidupkan nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang melekat pada pusaka Kraton,” tambahnya.
Garebeg Mulud atau Sekaten tahun Dal 1959/2025 sendiri diharapkan berlangsung meriah dengan partisipasi masyarakat luas. Perayaan tahunan tersebut tidak hanya menjadi agenda kebudayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat jati diri serta pelestarian tradisi yang diwariskan turun-temurun oleh Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Dengan digelarnya prosesi jamasan pusaka, Kraton Surakarta menegaskan komitmennya menjaga kelestarian warisan budaya sekaligus menyampaikan pesan nilai spiritual kepada masyarakat. Tradisi ini sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menyaksikan keunikan budaya Jawa yang masih terjaga hingga kini.(Dimas.P – Red)







