IndonesiaBuzz: Finansial – Glencore, perusahaan multinasional dalam perdagangan komoditas dan pertambangan, mengumumkan rencananya untuk menjual sahamnya di Koniambo Nickel SAS (KNS) di Kaledonia Baru karena terus mengalami kerugian. Bersamaan dengan itu, pabrik pengolahan KNS akan dihentikan sementara selama enam bulan untuk mencari investor baru.
Prancis telah berupaya menyelamatkan industri nikel di Kaledonia Baru dengan menawarkan dukungan sebesar 200 juta euro kepada KNS. Meskipun demikian, biaya operasional yang tinggi dan kondisi pasar nikel yang lemah membuat operasi KNS tetap tidak menguntungkan. Pernyataan itu diungkapkan oleh Glencore yang dikutip dari Reuters, Selasa (13/2/2024).
Glencore, tahun lalu telah memutuskan untuk hanya membiayai KNS yang memiliki 49% saham hingga akhir Februari dan akan mendanai selama periode enam bulan produksi dihentikan. Selama masa produksi dihentikan, pabrik akan tetap dalam perawatan dan pemeliharaan, dengan semua karyawan KNS lokal tetap dipertahankan.
Langkah ini diharapkan dapat membantu Glencore menghindari kerugian terhadap pendapatan inti (EBITDA) hingga US$ 400 juta, dengan potensi penghematan tahunan mulai 2025.
KNS, yang merupakan perusahaan patungan antara Glencore dan Societe Miniere du Sud Pacifique SA (SMSP) yang dikendalikan oleh Kaledonia Baru, menghadapi tantangan dari biaya tinggi dan ketegangan politik di negara tersebut, serta persaingan yang disebut-sebut dari Indonesia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan bahwa jatuhnya harga nikel dan kegagalan perusahaan tambang memiliki banyak faktor. Namun, dia mendorong industri untuk melakukan hilirisasi lebih lanjut untuk menghadapi tren ini.
“Tapi kita lihat dulu apa bener kita, belum tentu. Banyak faktornya, dari sini kita memberikan imbauan sama industri supaya melihat tren ini, kalau nggak mereka akan kejeblos. Hilirisasi lebih jauh ya kan,” kata Arifin di Gedung Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM, Jakarta Selatan, Jumat (16/2/2024). @wara-e







