IndonesiaBuzz: Selebritis – Langit Margaasih tampak sendu ketika liang lahat itu ditutup pelan. Di antara doa yang dilafalkan lirih, keluarga besar desainer senior Hengki Kawilarang menatap tak percaya. Lelaki yang dikenal dengan dedikasinya di dunia mode itu berpulang pada Jumat pagi, 20 Juni 2025, akibat komplikasi diabetes dan gagal ginjal.
Kepergian Hengki tak datang tiba-tiba, namun tetap mengguratkan luka yang dalam. Dua bulan terakhir, kondisinya memang menurun. Ia harus mengandalkan insulin dan beristirahat lebih banyak. Namun semangatnya tak pernah surut.
“Om berpesan, jangan sampai nama Hengki Kawilarang redup,” ujar Audrey Fitria Devani Kawilarang, keponakan almarhum, saat ditemui di Margaasih, Jawa Barat, pada Sabtu siang.
Bagi keluarga, Hengki bukan sekadar ikon fashion. Ia adalah pribadi hangat, dermawan, dan selalu menyempatkan waktu untuk orang-orang terdekat. Energinya di atas panggung peragaan busana sama besarnya dengan kasih sayangnya di rumah.
Jenazah sang maestro dimakamkan di TPU Dara Ulin, Kabupaten Bandung, pada Jumat sore. Suasana khidmat menyelimuti upacara perpisahan terakhir itu. Sejumlah kerabat dan sahabat terlihat menyeka air mata di sela doa-doa yang dilantunkan.
“Beliau masih bisa bepergian ke luar negeri dan bolak-balik Bandung Jakarta ketemu klien,” kenang Audrey. Tidak ada yang menyangka, rutinitas itu akan berhenti secepat ini.
Kini Hengki telah tiada, tapi warisan karyanya tetap akan bergema. Seperti pesan yang ditinggalkannya, nama Hengki Kawilarang masih akan terus bersinar—di catwalk, di lemari para pencinta mode, dan dalam ingatan mereka yang mengenalnya dengan dekat.







