IndonesiaBuzz: Jakarta, 16 Februari 2024 – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menegaskan komitmen partainya untuk berperan sebagai kekuatan oposisi yang kuat di luar pemerintahan, menyusul hasil Pemilihan Umum 2024. Hasto menyampaikan bahwa menjadi oposisi adalah opsi strategis bagi PDIP, dengan tujuan menjalankan fungsi check and balance.
Dalam pernyataannya, Hasto menjelaskan bahwa pengalaman PDIP selama periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo menunjukkan bahwa kekuasaan yang terpusat dapat membuka celah untuk manipulasi. Oleh karena itu, keberadaan oposisi di luar pemerintahan dianggap penting sebagai upaya untuk memberikan kritik konstruktif dan menjaga keseimbangan kekuasaan.
“Ketika PDIP berada di luar pemerintahan pada tahun 2004 dan 2009, kami mendapat apresiasi karena kontribusi kami dalam meningkatkan kualitas demokrasi. Berada di luar pemerintahan bukan hanya tugas partai, tetapi juga tugas patriotik untuk membela kepentingan rakyat,” ungkap Hasto dalam wawancara di sebuah stasiun televisi swasta, Kamis (15/2).
Hasto juga mengingatkan peristiwa pada Pemilu 2009, di mana terjadi manipulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT), yang kemudian memicu respons wakil rakyat di DPR untuk membentuk hak angket. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan kesadaran akan perlunya melindungi hak konstitusional warga negara untuk memilih, terutama dalam konteks Pemilu 2024 yang kembali diwarnai oleh isu teknis administratif yang menghambat partisipasi pemilih di luar negeri.
Hasto mengakui adanya kecurangan yang melibatkan berbagai tahap dalam proses pemilu. Namun, dia menyoroti dua sisi yang harus dihadapi, yaitu kelompok yang ingin menjaga demokrasi sebagai kedaulatan rakyat tanpa intervensi eksternal, dan kelompok yang terpengaruh oleh ambisi kekuasaan, yang diawali dengan rekayasa hukum di Mahkamah Konstitusi.
Dalam konteks ini, Hasto menegaskan bahwa PDIP tidak hanya akan berjuang di luar pemerintahan atau di DPR, tetapi juga melalui jalur partai untuk menyampaikan informasi kepada rakyat. Selain itu, PDIP juga berkomitmen untuk berkolaborasi dengan gerakan masyarakat sipil pro-demokrasi, yang menurut Hasto, jumlahnya lebih besar dibandingkan pada Pemilu 2009.
“Pola perjuangan kami akan mirip, terutama mengingat hasil quick count yang mengejutkan selama dua bulan terakhir. Kami akan melakukan analisis mendalam terhadap dinamika politik nasional,” tambahnya.
Berdasarkan hasil quick count dari beberapa lembaga survei, pasangan calon nomor 2, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka, tercatat unggul atas pasangan nomor 1, Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar, dan pasangan nomor 3, Ganjar Pranowo – Mahfud MD. PDIP tetap berkomitmen untuk memastikan suara rakyat tercermin secara akurat dalam hasil resmi Pemilu 2024 yang akan ditentukan setelah perhitungan suara manual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).@cinde







