IndonesiaBuzz: Finansial – Pada akhir perdagangan, Selasa (12/3/2024) waktu AS atau Rabu (13/3/2024) pagi waktu Indonesia, harga emas dunia mengalami penurunan lebih dari 1 persen setelah beberapa waktu mengalami kenaikan berkelanjutan sejak pekan sebelumnya.
Mengutip laporan dari CNBC, harga emas di pasar spot turun sebesar 1,18 persen menjadi sekitar 2.156,86 dollar AS per ons. Ini menandai penurunan dari rekor tertinggi yang baru saja dicapai pada perdagangan Jumat sebelumnya, di mana harga mencapai 2.194,99 dollar AS per ons. Di sisi lain, harga emas berjangka Comex di bursa New York turun sekitar 0,1 persen menjadi 2.166,1 dollar AS per ons.
Penurunan harga emas ini terjadi setelah laporan inflasi yang dirilis oleh Amerika Serikat menunjukkan peningkatan yang melebihi perkiraan. Ini mengurangi prospek bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan segera menurunkan suku bunga.
Data indeks harga konsumen (IHK) AS untuk bulan Februari 2024 menunjukkan adanya inflasi sebesar 0,4 persen secara bulanan, sementara secara tahunan tercatat inflasi sebesar 3,2 persen, melampaui perkiraan sebelumnya yang hanya sebesar 3,1 persen.
Menurut Tai Wong, seorang pedagang logam independen yang berbasis di New York, pelaku pasar emas masih mencari alasan untuk mendorong harga logam mulia lebih tinggi. Wong menyatakan bahwa fokus pasar akan beralih ke pertemuan Federal Reserve minggu depan, di mana akan diumumkan dot plot yang memperbarui proyeksi suku bunga.
Pertemuan kebijakan bank sentral AS selanjutnya dijadwalkan pada 20 Maret 2024 mendatang. Saat ini, pasar memperkirakan peluang sebesar 70 persen untuk kemungkinan The Fed mulai melakukan penurunan suku bunga pada Juni 2024, menurut alat CME FedWatch.
Kebijakan suku bunga The Fed memang memiliki dampak signifikan terhadap pergerakan harga emas. Ketika suku bunga naik, emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik bagi investor dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya seperti obligasi dan saham. Sebaliknya, ketika suku bunga turun, imbal hasil pada instrumen investasi lainnya ikut menurun, sehingga emas menjadi lebih menarik bagi investor.





