Indonesiabuzz.com : Surakarta, 20 April 2024 – Meriahkan hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah, Kraton Surakarta Hadiningrat menggelar HajadDalem Pangabekten (sungkeman) SISKS Pakoe Boewono XIII (PB XIII) di Sasana Narendra Kraton Surakarta Hadiningrat, Sabtu (20/4/2024).
Acara sungkeman yang berlangsung di kediaman raja Kraton Surakarta Hadiningrat tersebut dihadiri oleh kakak perempuan PB XIII Gusti Ratu Alit, kemudian ada adik – adik dari PB XIII seperti Gusti Raspiyah, Gusti Rahmaniyah, dan juga KGPH Adipati Drs. Dipokusumo M.Si. yang juga merupakan Pengageng Parentah Kraton Surakarta Hadiningrat.
Permaisuri Kraton Surakarta Hadiningrat Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakoe Boewono menjadi orang pertama yang melakukan sungkem kepada PB XIII, kemudian disusul oleh Putra Mahkota Kraton Surakarta KGPAA Hamangkunagoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram.
Kemudian sungkem diteruskan oleh putri – putri PB XIII, adik – adik PB XIII, hingga seluruh Abdi Dalem yang hadir mendapatkan kesempatan untuk sungkem kepada SISKS Pakoe Boeowno XIII.

Lebih dari 500 Abdi Dalem dan Sentono Dalem Kraton Surakarta dari bernagai kota dan kabupaten memenuhi Plataran Sasana Hadi dan Sasana Narendra untuk bisa sungkem kepada PB XIII berikut Permaisuri Kraton Surakarta GKR Pakoe Boewono.
Selain itu, hadir juga anak perempuan PB XIII seperti GRAj. Putri Purnaningrum, Gusti Timoer Rumbai, Gusti Devi, dan Gusti Ratih yang merupakan anak-anak dari PB XIII dari istri yang terdahulu. Terlihat hadir juga BRM Yudistira yang merupakan salah satu cucu dari PB XIII.
Ditemui usai acara, Pengageng Parentah Kraton Surakarta KGPH Adipati Drs. Dipokusumo M.Si. mengungkapkan, pangabekten memberikan kesempatan bagi kita semua untuk saling memaafkan dan kembali fitrah.
“Pangabekten atau yang dikenal oleh masyarakat luas dengan HBH atau Halal Bi Halal ini merupakan kesempatan bagi kita semua, tak terkecuali lingkup dalam Kraton Surakarta Hadiningrat untuk saling memaafkan dan kembali fitrah,” ungkap Gusti Dipo.
Lebih lanjut, Gusti Dipo (panggilan akrab) juga menjelaskan bahwa dalam budaya Jawa, saling memaafkan dimaknai dengan pangabekten atau ‘ngabekti’ kepada orang yang lebih tua.
“Saling memaafkan dan kembali fitrah, dalam budaya Jawa dimaknai dengan pangabekten atau ‘ngabekti’, yang dalam hal ini, di budaya Kraton Surakarta diwujudkan dengan sungkem kepada junjungannya, yaitu raja Kraton Surakarta Sinuhun Pakoe Boewono XIII,” pungkasnya.
Sebagai informasi, acara Pangabekten (sungkeman) menjadi salah satu ajang kesempatan bagi para Sentono dan Abdi Dalem Kraton Surakarta untuk bisa bertemu dan berdekatan secara langsung kepada junjungannya, SISKS Pakoe Boewono XIII, Permaisuri Kraton Surakarta GKR Pakoe Boewono, dan Putra Mahkota Kraton Surakarta KGPAA Hamangkunagoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram. (Puthut-Red)







