IndonesiaBuzz: NTT, 17 Januari 2026 – Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan mengalami dua kali erupsi pada Sabtu (17/1/26). Letusan disertai lontaran abu vulkanik dengan ketinggian kolom mencapai hingga 500 meter di atas puncak gunung.
Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, melaporkan erupsi pertama terjadi pada pukul 09.03 Wita. Aktivitas tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 33,5 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 24 detik.
“Tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau kurang lebih 1.723 meter di atas permukaan laut,” ujar Stanislaus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu. Kolom abu terpantau berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur.
Selang enam menit kemudian, gunung api bertipe strato tersebut kembali meletus pada pukul 09.09 Wita. Erupsi kedua menghasilkan kolom abu yang lebih tinggi, yakni sekitar 500 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur.
Berdasarkan catatan seismogram, erupsi kedua memiliki amplitudo maksimum 36,2 milimeter dengan durasi sekitar 1 menit 25 detik. Aktivitas ini menunjukkan dinamika vulkanik yang masih fluktuatif di Gunung Ile Lewotolok.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, Stanislaus mengimbau masyarakat di sekitar gunung untuk tetap waspada dan menggunakan masker atau alat pelindung pernapasan guna menghindari dampak abu vulkanik. Warga juga diminta tidak beraktivitas di dalam radius 2 hingga 2,5 kilometer dari pusat erupsi.
Saat ini, status aktivitas Gunung Ile Lewotolok masih berada pada Level II (Waspada). Petugas terus melakukan pemantauan intensif dan meminta masyarakat mengikuti rekomendasi resmi demi keselamatan bersama. (red.)







