Saturday, June 13, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Humaniora Historia

Giri Kedaton: Jejak Sejarah Kerajaan Ulama yang Ditaklukkan Mataram Islam

by Redaksi IndonesiaBuzz
December 29, 2024
Reading Time: 5 mins read
Giri Kedaton: Jejak Sejarah Kerajaan Ulama yang Ditaklukkan Mataram Islam

Giri Kedaton (Istimewa)

IndonesiaBuzz: Historia – Setelah resmi menjadi raja pertama Mataram Islam, Panembahan Senopati segera mengambil langkah strategis untuk memperkuat kekuasaannya.

Salah satu langkah pertama yang diambil adalah menguasai Jawa Timur, sebuah wilayah yang sangat penting dalam peta politik kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara.

Senopati menyadari bahwa untuk mewujudkan ambisi tersebut, ia membutuhkan legitimasi dari pemimpin spiritual Jawa Timur, yaitu Sunan Giri, yang saat itu memimpin Giri Kedaton.

Misi ke Giri Kedaton dan Restu Sunan Giri

Sebelum memulai perjalanan ekspansinya ke arah timur, Senopati mengutus pamannya, Dipati Mandaraka, untuk memimpin rombongan yang terdiri dari para adipati dari wilayah-wilayah seperti Pati, Demak, dan Grobogan.

BeritaTerkait

Kraton Surakarta Gelar Kirab Malam Selikuran, Padukan Ritual, Budaya, dan Syiar Islam

Sadranan Kajoran Jadi Simbol Sinergi Warga dan Karaton Surakarta

Mereka bergerak menuju Jawa Timur tanpa perlu berkumpul terlebih dahulu di Pajang. Rombongan Senopati akhirnya bertemu dengan pasukan yang dipimpin oleh Pangeran Surabaya di Japan, yang kini dikenal sebagai Mojokerto.

Pangeran Surabaya dan bupati-bupati dari Jawa Timur serta Madura, yang khawatir akan ekspansi Mataram, segera bersiap menghadapi pasukan Mataram. Pada saat yang bersamaan, utusan Sunan Giri juga tiba di lokasi, membawa sebuah surat yang berisi pesan dari Sunan Giri untuk kedua pihak.

Surat tersebut berisi larangan berperang dan menyerukan perdamaian untuk mencegah pertumpahan darah dan melindungi rakyat kecil. Kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk menghindari konflik dan memilih untuk berdamai.

Wilayah Giri Kedaton terletak kurang lebih di Gresik kini (Wikipedia)

Persetujuan Sunan Giri dan Sikap Jawa Timur terhadap Mataram

Dalam konteks ini, H.J. De Graaf dalam bukunya Awal Kebangkitan Mataram Masa Pemerintahan Senopati menjelaskan bahwa baik dalam Babad Tanah Jawi maupun Serat Kandha, Sunan Giri memberikan restu kepada Senopati untuk menjadi Panembahan di Mataram Islam.

Hal ini menunjukkan bahwa Sunan Giri mengakui keberadaan Mataram sebagai kekuatan baru yang perlu dihadapi dengan kebijaksanaan, bukan dengan peperangan.

Namun, De Graaf juga menyatakan bahwa Mataram sebenarnya gagal dalam ekspansinya ke Jawa Timur. Meski sudah melakukan serangan dengan semangat tinggi, pasukan Mataram menghadapi perlawanan sengit dari bupati-bupati Jawa Timur yang dipimpin oleh Pangeran Surabaya.

Di Lembah Sungai Brantas dekat Mojokerto, pasukan Mataram gagal mengalahkan kekuatan yang ada di sana. De Graaf bahkan menulis bahwa serangan pertama Mataram terhadap bagian timur Jawa “gagal.”

Madiun dan Perlawanan di Jawa Timur

Pertanyaan besar yang muncul adalah bagaimana dengan Madiun? Bukankah untuk mencapai Mojokerto, Senopati harus melewati wilayah tersebut?

Menurut De Graaf, Madiun kemungkinan besar masih merupakan bagian dari Jawa Tengah pada waktu itu, namun akhirnya Madiun bergabung dengan koalisi Pangeran Surabaya. Ini menunjukkan betapa kuatnya perlawanan dari Jawa Timur terhadap kekuasaan Mataram pada masa itu.

Penaklukan Jawa Timur oleh Sultan Agung

Meskipun Senopati gagal menaklukkan Jawa Timur, perjuangan Mataram berlanjut di bawah kepemimpinan Sultan Agung. Sultan Agung bertekad untuk menaklukkan Jawa Timur dan mewujudkan ambisinya untuk memperluas wilayah kekuasaannya.

Tidak hanya Jawa Timur, Sultan Agung juga ingin agar Giri Kedaton tunduk sebagai daerah bawahan Mataram.

Pada masa pemerintahan Panembahan Kawis Guwa, Giri Kedaton sempat menolak tunduk kepada Mataram. Untuk menghadapi penolakan ini, Sultan Agung mengutus iparnya, Pangeran Pekik, yang merupakan putra dari Jayalengkara, mantan penguasa Surabaya.

Meskipun Giri Kedaton sempat bertahan, pada akhirnya Mataram berhasil menaklukkan Giri Kedaton pada tahun 1636. Panembahan Kawis Guwa, meskipun tetap diperbolehkan memimpin Giri, harus tunduk kepada Mataram.

Dampak Penaklukan Giri Kedaton

Penaklukan Giri Kedaton oleh Mataram membawa dampak besar bagi kedudukan Giri dalam sejarah Islam di Jawa. Setelah penaklukan ini, wibawa Giri Kedaton mulai memudar.

Pengganti Panembahan Kawis Guwa tidak lagi bergelar Sunan Giri, melainkan bergelar Panembahan Ageng Giri. Sejak saat itu, Giri Kedaton tidak lagi menjadi kekuatan politik yang independen, meskipun tetap memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama Islam.

Giri Kedaton yang telah menjadi bagian dari Mataram akhirnya terlibat dalam pemberontakan Trunojoyo dari Madura terhadap pemerintahan Amangkurat I.

Pada tahun 1677, pemberontakan ini mencapai puncaknya dengan kerusakan besar di Keraton Plered. Amangkurat I, yang terjebak dalam pemberontakan, akhirnya tewas dalam pelarian.

Putranya, Amangkurat II, yang bergabung dengan VOC untuk melancarkan aksi pembalasan, akhirnya berhasil mengalahkan pemberontakan pada akhir 1679.

Serangan Besar ke Giri Kedaton dan Akhir Perlawanan

Pada April 1680, serangan besar-besaran dilancarkan terhadap Giri Kedaton oleh Panembahan Natapraja dari Kadilangu, yang didukung oleh VOC. Pangeran Singosari, salah satu panglima dari Giri yang terkenal, gugur dalam pertempuran setelah berduel dengan Panembahan Natapraja.

Meskipun pasukan Kadilangu hanya sedikit, mereka berhasil menghancurkan pasukan Giri Kedaton. Peristiwa ini tercatat dalam Babad Trunajaya-Surapati sebagai salah satu momen penting dalam sejarah pemberontakan Trunojoyo dan perlawanan Giri Kedaton.

Giri Kedaton: Pusat Penyebaran Islam dan Kerajaan Ulama

Giri Kedaton lebih dari sekadar pusat penyebaran agama Islam pada abad ke-15. Giri juga dikenal sebagai Kasunanan Giri, sebuah kerajaan yang memiliki posisi strategis dan spiritual di Jawa Timur. Kasunanan ini berperan sebagai pusat pendidikan Islam, di mana para santri dan ulama dari berbagai daerah datang untuk menuntut ilmu.

Giri Kedaton juga dikenal sebagai tempat persinggahan para calon sultan dari Demak, Pajang, dan Mataram untuk mendapatkan legitimasi.

Babad ing Gresik menyebut Giri sebagai “kerajaan Giri” yang dipimpin oleh Raden Paku, yang mengangkat dirinya sebagai “Raja Pendhita” dan bergelar Prabu Satmata.

H.J. de Graaf dan Samuel Wiselius menyebut Giri Kedaton sebagai “Kerajaan Ulama,” mengingat peran besar Giri dalam membimbing perkembangan agama Islam di Jawa.

Pada masa keemasannya di bawah kepemimpinan Sunan Prapen (1548–1605), Giri Kedaton menjadi pusat penting dalam kehidupan politik dan spiritual Jawa.

Sunan Prapen memainkan peran besar dalam mengukuhkan kekuasaan di Jawa, termasuk melantik Sultan Adiwijaya sebagai Sultan Pajang pertama dan menjadi mediator dalam pertemuan antara Adiwijaya dengan bupati-bupati Jawa Timur pada 1568.

Selain itu, Sunan Prapen juga berperan sebagai juru damai dalam pertempuran antara Panembahan Senopati dan Jayalengkara pada 1588, yang berujung pada perdamaian.

Sejarah Mataram Islam dan perjalanan penaklukan Giri Kedaton menunjukkan betapa pentingnya pengaruh spiritual dan politik Giri dalam dunia Islam di Jawa.

Giri Kedaton, meskipun akhirnya takluk di tangan Mataram, tetap memiliki peran besar dalam menyebarkan agama Islam dan membentuk struktur politik Islam di Nusantara.

Penaklukan Giri Kedaton oleh Mataram menunjukkan bagaimana kekuasaan dan diplomasi dapat berjalan seiring, dengan Sunan Prapen sebagai salah satu sosok kunci dalam menjaga keseimbangan kekuasaan di Jawa. @indonesiabuzz

Tags: Giri KedatonHistoriakerajaan ulamaMataram IslamPanembahan Senopatipenaklukan Girisejarahsejarah Jawa TimurSultan AgungSunan Giri
Share223SendScan

Trending

Massa Mahasiswa Bertahan di Thamrin hingga Malam, Aksi di Bundaran HI Berlangsung Kondusif di Bawah Pengawalan Ketat
News

Massa Mahasiswa Bertahan di Thamrin hingga Malam, Aksi di Bundaran HI Berlangsung Kondusif di Bawah Pengawalan Ketat

7 hours ago
Polres Wonogiri Bongkar Jaringan Curanmor Lintas Wilayah, Pelaku Beraksi hingga Pacitan
News

Polres Wonogiri Bongkar Jaringan Curanmor Lintas Wilayah, Pelaku Beraksi hingga Pacitan

10 hours ago
BEM UI Kerahkan Seribu Mahasiswa ke Bundaran HI, Soroti Krisis Ekonomi dan Kebijakan Pemerintah
News

BEM UI Kerahkan Seribu Mahasiswa ke Bundaran HI, Soroti Krisis Ekonomi dan Kebijakan Pemerintah

11 hours ago
Tiga Gunung Api di Indonesia Timur Meletus Hampir Bersamaan, Badan Geologi Tingkatkan Kewaspadaan
News

Tiga Gunung Api di Indonesia Timur Meletus Hampir Bersamaan, Badan Geologi Tingkatkan Kewaspadaan

16 hours ago
Jelang Bulan Suro, Muspika Kartoharjo Bekali 149 Calon Warga PSHT untuk Jaga Persaudaraan dan Kamtibmas
News

Jelang Bulan Suro, Muspika Kartoharjo Bekali 149 Calon Warga PSHT untuk Jaga Persaudaraan dan Kamtibmas

19 hours ago
Indonesiabuzz.com

Enter your email address

TERBARU

Massa Mahasiswa Bertahan di Thamrin hingga Malam, Aksi di Bundaran HI Berlangsung Kondusif di Bawah Pengawalan Ketat

Massa Mahasiswa Bertahan di Thamrin hingga Malam, Aksi di Bundaran HI Berlangsung Kondusif di Bawah Pengawalan Ketat

June 12, 2026
Polres Wonogiri Bongkar Jaringan Curanmor Lintas Wilayah, Pelaku Beraksi hingga Pacitan

Polres Wonogiri Bongkar Jaringan Curanmor Lintas Wilayah, Pelaku Beraksi hingga Pacitan

June 12, 2026

TERPOPULER

SD Al Husna IFDS Madiun Konsisten Bentuk Generasi Berkarakter dan Berprestasi

Atlet Muda Wushu Ngawi Bersinar di Kejurprov Jatim 2026, Raih Lima Emas dan Enam Perak

CV. Bangkit Apresiasi Pemkot Madiun Batalkan Tender Gedung Rawat Inap

Kyai Kolo Dete: Misteri Leluhur Bocah Gimbal Dieng

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In