IndonesiaBuzz: New Jersey, 20 Juli 2026 – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi menetapkan struktur hadiah Piala Dunia 2026 dengan nilai terbesar sepanjang sejarah turnamen tersebut. Tim yang keluar sebagai juara dipastikan menerima hadiah sebesar US$51 juta atau sekitar Rp795 miliar (kurs Rp15.600 per dolar AS), sementara total dana hadiah yang disiapkan FIFA mencapai US$871 juta atau sekitar Rp13,6 triliun.
Kenaikan nilai hadiah tersebut menjadi bagian dari penyesuaian FIFA terhadap format baru Piala Dunia yang akan diikuti 48 negara, sekaligus menjawab tuntutan berbagai federasi nasional terkait meningkatnya biaya penyelenggaraan turnamen lintas tiga negara tuan rumah.
Dalam laporan transparansi finansial yang dipublikasikan pada Minggu (19/7/2026), FIFA menyatakan struktur pembayaran baru dirancang agar mampu mengakomodasi kebutuhan operasional seluruh peserta.
“FIFA telah menyesuaikan struktur pembayaran agar sejalan dengan kebutuhan federasi nasional,” demikian pernyataan FIFA dalam laporan tersebut.
Peningkatan dana hadiah dilakukan setelah FIFA menambah alokasi sebesar US$100 juta pada April 2026. Langkah itu diambil menyusul masukan dari sejumlah federasi, terutama dari kawasan Eropa, yang menilai biaya logistik, perjalanan internasional, hingga akomodasi meningkat signifikan akibat penyelenggaraan turnamen di tiga negara.
Melalui skema terbaru, FIFA memastikan setiap dari 48 federasi nasional peserta memperoleh dana operasional minimal sebesar US$12,5 juta.
Dana tersebut mencakup biaya partisipasi sejak babak grup, subsidi persiapan pra-turnamen sebesar US$2,5 juta, hingga dukungan terhadap kebutuhan selama mengikuti kompetisi.
Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi beban finansial federasi, khususnya bagi negara yang harus tersingkir pada fase awal turnamen.
Penyesuaian hadiah tidak terlepas dari kritik yang disampaikan sejumlah federasi sepak bola, termasuk Federasi Sepak Bola Prancis, yang menilai apresiasi finansial bagi turnamen antarnegara masih tertinggal dibanding kompetisi antarklub.
Presiden Federasi Sepak Bola Prancis, Philippe Diallo, sebelumnya menyampaikan keberatan kepada Presiden FIFA Gianni Infantino mengenai ketimpangan distribusi hadiah antara Piala Dunia dan Club World Cup.
Sebagai perbandingan, juara Club World Cup edisi sebelumnya menerima hadiah hingga US$115 juta, lebih dari dua kali lipat hadiah bagi juara Piala Dunia 2026.
Selain hadiah uang, FIFA juga menanggung seluruh kebutuhan logistik delegasi resmi masing-masing negara.
Setiap tim memperoleh fasilitas perjalanan bagi delegasi berjumlah 50 orang, termasuk tiket pesawat kelas bisnis, akomodasi hotel, serta armada transportasi selama turnamen berlangsung.
Namun demikian, federasi nasional tetap bertanggung jawab atas pembiayaan asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, dan berbagai pengeluaran insidental lainnya.
FIFA menegaskan bahwa dana hadiah tidak diberikan langsung kepada pemain, melainkan disalurkan kepada federasi sepak bola masing-masing negara.
Mekanisme pembagian kepada pemain sepenuhnya menjadi kewenangan federasi nasional sesuai kebijakan internal yang berlaku.
Salah satu contoh datang dari Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (US Soccer) yang sejak 2022 menerapkan kebijakan pembagian hadiah secara setara. Sebanyak 80 persen dari total hadiah yang diterima dibagikan secara merata kepada tim nasional pria dan wanita sebagai implementasi komitmen kesetaraan gender.
Meski hadiah sebesar US$51 juta menjadi rekor baru dalam sejarah Piala Dunia, sejumlah pengamat ekonomi olahraga menilai nominal tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan dengan besarnya perputaran uang di industri sepak bola modern.
Nilai hadiah juara bahkan masih berada di bawah sejumlah nilai transfer pemain muda di liga-liga elite Eropa dalam beberapa musim terakhir. Kondisi itu menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi sepak bola global tidak hanya didorong oleh turnamen internasional, tetapi juga oleh aktivitas bisnis klub, hak siar, sponsor, dan pasar transfer pemain yang terus berkembang.
Dengan format baru yang melibatkan lebih banyak peserta serta peningkatan signifikan dana hadiah, Piala Dunia 2026 diproyeksikan menjadi edisi terbesar sekaligus paling mahal dalam sejarah penyelenggaraan turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. @yudi






