IndonesiaBuzz: Grobogan, 28 Desember 2024 – Fenomena alam berupa gunung lumpur yang dikenal sebagai Bledug Kramesan di Grobogan, Jawa Tengah, mencuri perhatian publik. Fenomena ini kembali viral setelah semburan lumpur meningkat pasca-gempa Bawean pada Maret 2024.
Bledug Kramesan, yang sering disebut sebagai “gunung baru” oleh warga setempat, memiliki ketinggian 25 meter di atas permukaan laut. Selain keunikannya, Bledug Kramesan disebut mampu menyuburkan tanah di sekitarnya.
“Rumputnya (di sini) subur sekali. Jadi tanaman di sini itu sepertinya enggak dikasih pupuk karena tanahnya sudah subur,” ujar salah satu pengguna Instagram, Selasa (24/12/2024).
Apa Itu Bledug Kramesan?
Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hadi Wijaya, fenomena ini serupa dengan mud volcano atau gunung lumpur. Material halus yang mengandung berbagai mineral keluar ke permukaan melalui rekahan geologi.
“Sumber gas dan lumpur yang muncul dari dalam bumi mengandung berbagai mineral dan unsur hara yang bermanfaat bagi tanah,” jelas Hadi, Kamis (26/12/2024).
Pengaruh Kesuburan Tanah
Eko Hanudin, dosen Kimia Tanah UGM, menyebut bahwa lumpur dari Bledug Kramesan bisa menyuburkan tanah tergantung kandungan kimianya.
“Kebanyakan lumpur tersebut mengandung unsur Si, Al, Ca, Mg, K, Na, Fe, S, Cu, Zn dan logam lainnya,” ungkap Eko.
Hingga kini, belum ada penelitian khusus terkait kandungan lumpur Bledug Kramesan. Namun, Hadi menyebut, penelitian ini lebih tepat dilakukan oleh instansi terkait pertanian.
Potensi dan Risiko Fenomena Bledug Kramesan
Selain berpotensi menyuburkan tanah, Bledug Kramesan memiliki potensi wisata yang menarik bagi wisatawan. Fenomena ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif, meskipun membutuhkan teknologi canggih.
Namun, jika tidak dikelola dengan baik, semburan lumpur dan gas bisa merusak infrastruktur, lahan pertanian, bahkan mengancam kesehatan masyarakat.
“Semburan gas berbau belerang dapat berbahaya bagi kesehatan manusia dalam kasus tertentu,” tambah Hadi Wijaya.
Meski demikian, Hadi memastikan bahwa fenomena Bledug Kramesan tidak membahayakan masyarakat sekitar jika dikelola dengan baik.
Bledug Kramesan tidak hanya menjadi fenomena alam yang unik tetapi juga menawarkan manfaat bagi lingkungan. Namun, pengelolaan yang tepat diperlukan untuk menghindari risiko kerusakan dan memaksimalkan potensi yang dimilikinya. @indonesiabuzz







