IndonesiaBuzz: Humaniora – Dewasa ini, atap rumah menggunakan berbagai bahan untuk menjaga daya tahan dan penampilan yang estetis. Namun, tahukah Anda mengapa rumah zaman dulu memilih genteng tanah liat sebagai penutup bagian atasnya?
Genteng tanah liat bukan hanya dipilih berdasarkan fungsinya, melainkan juga menguntungkan penghuni rumah dalam berbagai aspek. Indonesia telah mengenal tanah liat sejak zaman nenek moyang, terlihat dari berbagai alat rumah tangga tradisional yang terbuat dari bahan ini.
Keterampilan membuat kerajinan tanah liat turun-temurun ini diyakini berasal dari interaksi dengan budaya China. Warisan ini terus berkembang, mencakup pembuatan genteng tanah liat pada tahun 1920-an. Saat itu, pemerintah kolonial Belanda melakukan penelitian untuk menemukan daerah dengan tanah liat baik untuk atap bangunan.
Munculnya genteng tanah liat juga terkait dengan masalah kesehatan. Pada masa itu, mayoritas rumah terbuat dari rumbia, yang menjadi sarang tikus penyebar penyakit pes. Pemerintah Belanda mengatasi hal ini dengan membentuk Balai Keramik di Bandung, sebagai lembaga penelitian dan pengembangan keramik.

Sejak saat itu, produksi genteng tanah liat di Indonesia terus berkembang, dengan daerah seperti Plered, Banyuwangi, dan Kebumen menjadi sentra genteng terkemuka.
Genteng tanah liat memiliki massa termal baik, mirip dengan bata merah. Keunggulan ini memungkinkan genteng menyerap, menyimpan, dan menyebarkan panas secara efisien. Berbeda dengan atap logam atau aspal yang cepat melepaskan panas, genteng tanah liat mampu menyebarkan 70% lebih sedikit panas ke dalam rumah selama musim panas.
Metode pemasangan genteng tanah liat dengan kemiringan tertentu juga dirancang untuk menahan air hujan, sementara memungkinkan aliran udara di sekitarnya. Selain itu, warna genteng tanah liat memengaruhi kemampuannya dalam memantulkan sinar matahari. Genteng berwarna putih, misalnya, mampu memantulkan 70-80% sinar matahari, sementara genteng aspal hitam hanya 5-15%.
Dengan demikian, pemilihan genteng tanah liat bukan hanya berdasarkan tradisi, tetapi juga didasarkan pada keunggulannya dalam melindungi penghuni rumah dengan baik. @wara-e





