IndonesiaBuzz: Yogyakarta, 23 Januari 2024 – Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, melakukan pertemuan silaturahmi dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada hari Senin 22/1/2024 di Komplek Kantor Gubernur Kepatihan Yogyakarta.
Rencananya, pertemuan tersebut dijadwalkan pada pukul 11.00 WIB, namun keduanya baru tiba pada pukul 11.30 WIB. Sejumlah fakta menarik pun terjadi selama kunjungan Prabowo-Gibran ke Yogyakarta.
Diliputi Massa Pendukung
Berdasarkan pantauan media, Ratusan massa pendukung Prabowo-Gibran telah memadati Jalan Perwakilan, akses utama Kantor Gubernur di sisi selatan. Dalam dukungan mereka, massa membawa sejumlah unit mobil kampanye yang memutar lagu-lagu pendukung Prabowo-Gibran, sambil membentangkan spanduk dukungan. Meskipun tidak diizinkan masuk komplek oleh Satpol PP, kehadiran massa menjadi sorotan selama kunjungan ini.
Prabowo-Gibran Tiba dalam Satu Mobil
Rombongan Prabowo-Gibran memasuki Komplek Kepatihan melalui pintu selatan Jalan Suryatmajan pukul 11.30 WIB. Keduanya tampak berada dalam satu mobil Toyota Alphard berwarna putih, menyapa para pendukung dari dalam mobil sejak pukul 09.30 WIB. Prabowo dan Gibran mengenakan baju batik saat memasuki Gedhong Wilis Komplek Kepatihan untuk pertemuan tertutup dengan Sultan HB X.
Prabowo: Hanya Silaturahmi dan Sowan
Usai pertemuan tertutup selama satu jam 30 menit, Prabowo menyatakan bahwa kunjungan ini hanya untuk silaturahmi dengan Sultan HB X. “Kami berterima kasih dapat diterima oleh Ngarsa Dalem (Sultan HB X) dalam keadaan yang baik. Kami hanya ingin sowan (bertamu), melaporkan, minta izin masuk ke daerah istimewa Yogyakarta,” ujar Prabowo.
Gibran yang berdiri di tengah-tengah Prabowo dan Sultan memilih tidak berkomentar saat awak media menanyakan pendapatnya.
Masukan dari Sultan
Selama pertemuan, Sultan HB X memberikan masukan kepada Prabowo-Gibran, termasuk pandangan tentang masa depan bangsa dan isu-isu teknologi. “Sultan memberi banyak wejangan (nasehat), yang kami terima, kami juga minta pandangan beliau tentang beberapa hal lain,” kata Prabowo.
Tanggapan Sultan
Sultan HB X menyatakan bahwa pertemuan tersebut hanya bersifat silaturahmi dan obrolan santai. “Ya tadi ngobrol-ngobrol saja, ngobrol ke sana kemari, kan nanti kalau tidak ngobrol macam-macam tidak percaya teman-teman to,” ujar Sultan dengan santai. Ia menegaskan bahwa percakapan lebih bersifat umum dan tukar pikiran.
Pamitan dengan Harapan Sowan Berikutnya
Usai bertemu, Prabowo dan Gibran tidak memberikan tanggapan mengenai rencana kampanye terbuka di Yogyakarta atau debat cawapres yang baru saja diikuti oleh Gibran. Keduanya juga berpamitan kepada Sultan, berpisah dengan mobil yang berbeda saat meninggalkan komplek Kepatihan.
Kunjungan ini menjadi perhatian publik, menyoroti dinamika politik jelang Pemilihan Umum 2024 dan hubungan antara tokoh politik nasional dengan tokoh lokal.@cinde





