Tuesday, September 8, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home News

Erupsi Menerus Anak Krakatau Berakhir Setelah 25 Jam, Status Masih Siaga

by Yudi
September 7, 2026
Reading Time: 3 mins read
Erupsi Menerus Anak Krakatau Berakhir Setelah 25 Jam, Status Masih Siaga

Erupsi Gunung Anak Krakatau dinyatakan berakhir setelah berlangsung selama 25 jam, (foto: Istimewa).

IndonesiaBuzz: Jakarta, 7 September 2026 – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir setelah berlangsung sekitar 25 jam. Meski demikian, aktivitas vulkanik gunung api di Selat Sunda tersebut masih tinggi dan terus dipantau secara intensif.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan, berakhirnya episode erupsi menerus ditandai dengan kembali munculnya erupsi strombolian, yakni pola letusan ringan yang menjadi salah satu karakteristik Gunung Anak Krakatau.

“Setelah episode erupsi menerus berakhir, teramati tiga kali erupsi strombolian dengan warna kolom erupsi hitam. Kembalinya erupsi strombolian yang merupakan karakteristik khas Gunung Anak Krakatau, untuk sementara diinterpretasikan sebagai akhir dari episode erupsi menerus yang cukup panjang tersebut,” kata Lana, Senin (7/9/26).

Episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau tercatat berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB hingga Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB.

BeritaTerkait

Pemkab Wonogiri Perketat Pengawasan 88 Dapur MBG, Sertifikasi HACCP dan Halal Dikebut

Kuasa Hukum Febrie Bantah Uang Rp40 Miliar Dipastikan untuk Kliennya

Setelah periode tersebut berakhir, aktivitas erupsi kembali memperlihatkan pola letusan ringan. Namun, kondisi itu belum membuat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dinyatakan aman sepenuhnya.

Badan Geologi mencatat dinamika kegempaan masih tinggi berdasarkan hasil pemantauan instrumental pada periode 6-7 September 2026. Tercatat tiga kali gempa erupsi, sembilan kali gempa hembusan, 93 kali gempa low frequency, 98 kali gempa hybrid atau fase banyak, empat kali gempa tremor menerus, serta satu kali gempa vulkanik dangkal.

Tingginya aktivitas kegempaan tersebut membuat status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Badan Geologi menilai potensi terjadinya letusan dalam beberapa periode mendatang masih cukup tinggi.

“Potensi bahaya utama berupa lontaran batu pijar dan hujan abu lebat, serta potensi aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi,” jelas Lana.

Seiring masih tingginya aktivitas vulkanik, Badan Geologi mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah. Apabila harus beraktivitas di luar ruangan, warga dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

Selain itu, masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, khususnya isu yang mengaitkan aktivitas erupsi dengan potensi tsunami.

“Masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung untuk tetap tenang dan tidak mempercayai isu-isu hoaks terkait erupsi yang dikaitkan dengan potensi tsunami. Warga diminta beraktivitas normal sambil terus mengikuti arahan BPBD setempat,” ujar Lana.

Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pemantauan dilakukan melalui dua pos pengamatan, yakni Pos Pengamatan Pasauran di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, dan Pos Pengamatan Kalianda di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.

Pemantauan instrumental tersebut menjadi bagian penting dalam mendeteksi perubahan aktivitas Gunung Anak Krakatau sekaligus mendukung pengambilan keputusan mitigasi apabila terjadi peningkatan aktivitas.

Dengan episode erupsi menerus yang telah berakhir, masyarakat di sekitar wilayah terdampak tetap diminta tidak lengah. Status Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level III menunjukkan potensi aktivitas erupsi masih ada.

Badan Geologi mengingatkan masyarakat untuk mematuhi rekomendasi keselamatan dan mengikuti informasi resmi dari PVMBG maupun pemerintah daerah. Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap batas aman menjadi kunci untuk mengurangi risiko apabila aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat. @yudi

Tags: Anak KrakatauErupsiESDMGunung Anak Krakataukrakatau
Share220SendScan

Trending

Pemkab Wonogiri Perketat Pengawasan 88 Dapur MBG, Sertifikasi HACCP dan Halal Dikebut
News

Pemkab Wonogiri Perketat Pengawasan 88 Dapur MBG, Sertifikasi HACCP dan Halal Dikebut

32 minutes ago
Kuasa Hukum Febrie Bantah Uang Rp40 Miliar Dipastikan untuk Kliennya
News

Kuasa Hukum Febrie Bantah Uang Rp40 Miliar Dipastikan untuk Kliennya

42 minutes ago
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Warga dan Wisatawan Diminta Waspada
News

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Warga dan Wisatawan Diminta Waspada

1 hour ago
Desil Berubah Tak Otomatis Hapus Hak Bansos, Ini Penjelasan Qodari
News

Desil Berubah Tak Otomatis Hapus Hak Bansos, Ini Penjelasan Qodari

1 hour ago
Tim 9 Kejagung Periksa Lagi Febrie Adriansyah sebagai Tersangka
News

Tim 9 Kejagung Periksa Lagi Febrie Adriansyah sebagai Tersangka

2 hours ago
Indonesiabuzz.com

TERBARU

Pemkab Wonogiri Perketat Pengawasan 88 Dapur MBG, Sertifikasi HACCP dan Halal Dikebut

Pemkab Wonogiri Perketat Pengawasan 88 Dapur MBG, Sertifikasi HACCP dan Halal Dikebut

September 8, 2026
Kuasa Hukum Febrie Bantah Uang Rp40 Miliar Dipastikan untuk Kliennya

Kuasa Hukum Febrie Bantah Uang Rp40 Miliar Dipastikan untuk Kliennya

September 8, 2026

TERPOPULER

Cuaca Panas dan Kering, Perhutani Ngawi Siagakan 140 Personel Cegah Kebakaran Hutan

Kegiatan DPMPTSP Ngawi di Malang Beranggaran Rp100 Juta Disorot, LBH Pertanyakan Efisiensi APBD

Kebakaran Pabrik di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas

Wonogiri Jadi Tuan Rumah Pra POPDA Zona II Jateng 2026, 659 Atlet Pelajar Berebut Tiket ke Semarang

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In