IndonesiaBuzz: Surabaya, 2 Oktober 2025 – Pemerintah Kota Surabaya mengambil langkah tegas untuk memastikan keamanan dan higienitas makanan dalam program Makanan Bergizi dan Gizi Seimbang (MBG) yang didistribusikan ke sekolah sekolah. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan standar kesehatan menjadi prioritas utama demi menjamin anak anak memperoleh asupan bergizi yang aman.
“Akan ada tim kecil yang memeriksa kondisi makanan sebelum dibagikan ke anak anak. Pemeriksaan meliputi bau dan kesegaran bahan jika terindikasi tidak layak, maka tidak akan didistribusikan,” ujar Eri saat memberikan keterangan, Selasa (30/9/25).
Sebagai upaya preventif, Pemkot mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Saat ini tercatat 13 SPPG aktif beroperasi, sementara satu unit tambahan sedang dalam tahap penyelesaian. Eri menargetkan penerbitan sertifikat rampung maksimal dua minggu agar distribusi MBG tetap sesuai jadwal.
Karena SPPG masuk kategori tipe B, penerbitan SLHS menjadi kewenangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur. Untuk itu, Wali Kota memerintahkan Dinas Pendidikan Surabaya segera berkoordinasi dengan Pemprov Jatim guna mempercepat proses sertifikasi.
Pengawasan distribusi MBG juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari Badan Gizi Nasional (BGN), Kodim 0830/Surabaya Utara, Polrestabes Surabaya, hingga Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Selain higienitas, Eri turut menekankan pentingnya pengelolaan limbah makanan dari SPPG agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.
“Anak anak kita harus mendapat makanan yang bukan hanya bergizi, tetapi juga aman dan sehat. Ini komitmen kita bersama,” pungkas Eri. (Sabrina Fidhi R /Surabaya)







