Jakarta, 10 April 2024 – Kementerian Agama Indonesia bersiap menyelenggarakan Sidang Isbat guna menentukan awal Ramadan 1445 Hijriah pada Ahad, 10 April 2024. Hasil sidang ini akan menentukan apakah awal Ramadan tahun ini jatuh pada 11 atau 12 Maret 2024.
- Penetapan Awal Bulan HijriahSidang Isbat merupakan penentuan awal bulan dalam kalender Hijriah. Proses ini melibatkan kajian bersama hasil hisab (perhitungan) dan rukyat (pengamatan) untuk memastikan keputusan yang tepat. Keputusan tersebut akan diterbitkan dalam bentuk Keputusan Menteri Agama, memiliki kekuatan hukum yang mengikat masyarakat.
- Mekanisme Pengambilan KeputusanSidang Isbat menjadi mekanisme pengambilan keputusan dalam penetapan awal bulan Hijriah, mengingat adanya berbagai metode dan standar penetapan awal bulan Hijriah oleh organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia. Forum ini menjadi tempat musyawarah ulama, pakar astronomi, dan ahli ilmu falak dari berbagai ormas Islam serta instansi terkait.
- Partisipasi Berbagai Lembaga dan Ormas IslamSidang Isbat dihadiri oleh berbagai lembaga dan ormas Islam di Indonesia, termasuk Duta Besar Negara-negara Islam, Pejabat Eselon I dan II Depag RI, Anggota BHR Kementerian Agama, Ketua Komisi VIII DPR RI, Perwakilan Mahkamah Agung, Perwakilan MUI, Perwakilan BMKG, Perwakilan BIG, Perwakilan BRIN, dan lembaga/instansi terkait.
- Dilakukan di Negara-negara ArabSidang Isbat tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga di negara-negara Arab. Negara-negara tersebut melibatkan mekanisme sidang setelah mendapatkan laporan rukyat dari lembaga resmi pemerintah atau perorangan yang terverifikasi dan sah.
- Tiga Tahap PelaksanaanPelaksanaan sidang Isbat dibagi menjadi tiga tahap, termasuk pemaparan posisi hilal awal Ramadan 1445 H, sidang tertutup setelah salat Magrib, dan konferensi pers hasil sidang yang disiarkan melalui media sosial Kemenag.
- Berkaitan dengan Pembentukan Badan Hisab dan Rukyat (BHR)Sidang Isbat berhubungan dengan pembentukan Badan Hisab dan Rukyat (BHR) pada 1972, yang memiliki tugas menentukan hari-hari besar Islam, hari libur nasional, serta penentuan awal bulan Islam untuk menjaga persatuan umat Islam dan mengatasi perbedaan pandangan ahli hisab dan rukyat. @cinde







