IndonesiaBuzz: Boyolali, 1 Juli 2025 – Aksi nekat empat pemuda di Boyolali yang melakukan pencurian dengan kekerasan (begal) terhadap dua remaja akhirnya dibongkar jajaran Polsek Teras. Tiga pelaku berhasil dibekuk, sementara satu lainnya masih dalam pengejaran polisi.
Kapolres Boyolali, AKBP Rosyid Hartanto, dalam konferensi pers di Media Center Polres Boyolali, Senin (30/6/2025), mengungkapkan, para pelaku berinisial AFZ (19), RDH (19), DPP (18), dan BGS yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).
“Kejadian ini terjadi pada Jumat (20/6/2025) sekitar pukul 18.00 WIB di jalan persawahan Dukuh Kwaron, Desa Bangsalan, Kecamatan Teras, Boyolali. Korban adalah dua pemuda berusia sekitar 16 tahun asal Banyudono,” jelas Rosyid.
Aksi bermula saat kedua korban pulang dari Sudimoro menuju Banyudono dengan sepeda motor Honda Beat. Di depan RM Joglo Pengging, mereka dipepet empat pelaku yang berboncengan dua sepeda motor. Para pelaku mengaku korban terkena percikan rokok, kemudian mengajak mereka ke tempat sepi.
Untuk menghindari korban kabur, salah satu pelaku ikut membonceng, sehingga motor korban dikendarai bonceng tiga. Mereka digiring ke area persawahan, tempat para pelaku menghentikan motor. Di lokasi itulah korban dipukul di bagian perut dan dada, lalu dipaksa menyerahkan ponsel.
“Korban ketakutan dan menyerahkan handphone miliknya. Selain dipukuli, korban sempat ditendang dan diajak duel. Akibatnya, korban mengalami sakit di punggung dan mual di perut, serta kerugian sekitar Rp2,5 juta,” terang Rosyid.
Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Teras pada 23 Juni 2025, dan dalam waktu singkat polisi menangkap tiga pelaku. Para pelaku kini dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman penjara.
Kepada polisi, para pelaku mengaku nekat membegal demi membeli makanan, rokok, dan voucher. Mereka membantah tergabung dalam geng, meski mengakui bukan kali pertama melakukan aksi serupa.
“Motif berasal dari BGS, pelaku yang saat ini masih buron. Pelaku lain mengaku hanya ikut-ikutan,” tambah Kapolres.
Polisi kini terus memburu BGS dan mengimbau masyarakat segera melapor jika mengetahui keberadaannya.







