IndonesiaBuzz: Jakarta 24 Juni 2025 – Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menyatakan Indonesia tengah menghadapi kondisi darurat sampah dan menekankan pentingnya eksekusi cepat serta keterlibatan semua pihak dalam menanganinya. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta, Selasa, 24 Juni 2025.
“Kami menaruh perhatian yang sangat besar terhadap persoalan lingkungan hidup. Saat ini kita berada dalam kondisi darurat sampah,” kata Eddy dalam keterangannya.
Anggota Komisi VII DPR RI itu membeberkan fakta bahwa hanya sekitar 40 persen sampah yang dapat tertangani pemerintah. Sementara itu, sisanya dibuang ke ruang publik, termasuk melalui praktik open dumping di lahan terbuka.
Salah satu solusi strategis yang menurut Eddy perlu segera diterapkan adalah kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR). Konsep ini mewajibkan produsen bertanggung jawab atas limbah produk mereka, mulai dari pengumpulan hingga proses daur ulang.
“Konsep EPR mendorong tanggung jawab produsen dari hulu ke hilir. Ini harus diatur dalam regulasi yang tepat dan relevan,” ujarnya.
Eddy juga menyambut baik langkah cepat pemerintah pusat, termasuk Menko Perekonomian Zulkifli Hasan dan Dirjen Pengelolaan Sampah KLHK Hanif Faisol, yang telah berinisiatif mengonsolidasikan pemerintah daerah dalam penanganan sampah plastik.
Menurutnya, pemerintah telah merancang pembangunan 33 incinerator di berbagai titik di Indonesia untuk mendukung program waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi bersih.
“Langkah darurat ini sudah berjalan. Sekarang tinggal eksekusinya. Incinerator bisa menjadi solusi konkret untuk mengurangi volume sampah,” kata Eddy.
Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan menjadikan amanat konstitusi sebagai landasan kebijakan. Pasal 28H UUD 1945 menjamin hak masyarakat untuk hidup di lingkungan yang sehat, sementara Pasal 33 ayat (4) menekankan pembangunan berkelanjutan.
“Kita perlu mendorong program pemerintah secara progresif demi lingkungan yang sehat dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.







