IndonesiaBuzz: Bojonegoro, 6 Oktober 2025 – Sebanyak 51.835 ton pupuk bersubsidi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tercatat belum tersalurkan hingga akhir September 2025. Angka ini merupakan sisa dari alokasi pupuk tahun 2025 sebesar 130.713 ton.
Kepala Seksi Pupuk dan DKTPP (Alsintan) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKTPP) Bojonegoro, Tatik Kasiati, mengatakan bahwa realisasi penyaluran pupuk hingga 29 September 2025 mencapai sekitar 78.875 ton.
“Penyaluran sudah mencapai 60 persen untuk jenis NPK dan Urea. Namun untuk pupuk organik baru 46 persen, atau belum sampai separuh dari alokasi,” jelas Tatik, Senin (6/10/25).
Menurutnya, sisa pupuk yang belum terserap disebabkan karena musim tanam (MT) ketiga belum dimulai.
“Sisa pupuk belum terserap karena belum memasuki musim tanam,” ujarnya.
Meski demikian, Tatik memastikan bahwa stok pupuk bersubsidi di Bojonegoro masih mencukupi hingga akhir tahun 2025. Ia memperkirakan kebutuhan petani akan meningkat saat memasuki MT ketiga nanti.
“Masih ada sisa 51.835 ton pupuk yang belum terserap. Harapannya, petani bisa memanfaatkan alokasi pupuk ini secara maksimal pada MT ketiga,” pungkasnya. (M.Tohir/Koresponden Bojonegoro)







