IndonesiaBuzz: Bojonegoro, 5 November 2026 – Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu sore (4/11/2026). Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan bangunan rumah yang difungsikan sebagai garasi kendaraan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Jono, roboh.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.50 WIB itu mengakibatkan dua mobil operasional SPPG dan 10 sepeda motor milik karyawan tertimpa reruntuhan bangunan.
Lokasi kejadian berada di Desa Jono RT 008 RW 002, Kecamatan Temayang. Selain merusak bangunan garasi SPPG, angin kencang juga berdampak pada 12 rumah warga di desa tersebut.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material akibat robohnya bangunan dan kendaraan yang tertimpa reruntuhan diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Kapolsek Temayang Polres Bojonegoro, Iptu M Ikhsan Jaelani, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, kejadian bermula ketika hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Temayang pada Rabu sore.
“Akibatnya garasi SPPG Desa Jono roboh menimpa dua kendaraan operasional SPPG dan 10 kendaraan karyawan,” tutur Iptu M Ikhsan Jaelani.
12 Rumah Warga Ikut Terdampak, Polisi dan BPBD Turun ke Lokasi
Setelah menerima laporan kejadian, jajaran Polsek Temayang bersama perangkat desa, petugas Satpol PP Kecamatan Temayang, serta anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan.
Petugas melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan sekaligus berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait guna memastikan situasi di lokasi tetap aman.
“Anggota langsung menuju ke TKP dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” ungkap Kapolsek.
Dari hasil pengecekan, dipastikan tidak terdapat korban jiwa maupun luka luka. Meski demikian, robohnya bangunan garasi menyebabkan sejumlah kendaraan operasional dan kendaraan pribadi karyawan mengalami kerusakan akibat tertimpa material bangunan.
“Korban jiwa nihil. Kerugian material ditaksir sekitar 100 juta rupiah,” kata Iptu M Ikhsan Jaelani.
Saat ini, puing-puing dan material bangunan yang roboh telah dibersihkan. Penanganan juga dilakukan untuk memastikan area terdampak tidak membahayakan masyarakat maupun aktivitas di sekitarnya.
Operasional Penyaluran MBG Dipastikan Tetap Berjalan
Di tengah kerusakan yang dialami fasilitas garasi SPPG, pengelola telah menyiapkan langkah antisipasi agar pelayanan program Makan Bergizi Gratis kepada para siswa di sekolah tidak terganggu.
Kapolsek Temayang menyampaikan bahwa pihak pengelola telah mengupayakan kendaraan pengganti untuk mendukung kegiatan operasional dan distribusi MBG.
“Untuk operasional SPPG besok sudah dibackup dua mobil cadangan dari Mitra SPPG, sehingga tidak menjadikan kendala penyaluran MBG ke sekolah,” jelas Iptu M Ikhsan Jaelani.
Langkah tersebut dilakukan agar proses pendistribusian makanan bergizi kepada para penerima manfaat tetap berlangsung sesuai jadwal, meskipun fasilitas garasi dan kendaraan operasional mengalami kerusakan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan deras yang disertai angin kencang. Masyarakat diimbau memperhatikan kondisi bangunan, pepohonan, serta fasilitas lain yang berpotensi roboh ketika terjadi angin kencang.
Sementara itu, koordinasi antara kepolisian, pemerintah desa, Satpol PP, BPBD, dan pengelola SPPG menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan dampak bencana sekaligus menjaga pelayanan publik tetap berjalan. (M.Tohir /Koresponden Bojonegoro).






