IndonesiaBuzz: Boyolali, 14 November 2025 – Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar kegiatan Edukasi Program Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah di SMKN 1 Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Kamis (13/11/25) sore. Polsek Mojosongo turut hadir dalam mendukung jalannya kegiatan yang menjadi kolaborasi Kemendagri dengan Yayasan Swatantra Pangan Nusantara.
Acara berlangsung di Jalan Perintis Kemerdekaan, Mojosongo, dihadiri Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik, CGRE, Bupati Boyolali Agus Irawan, serta unsur Forkopimda Boyolali. Kapolres Boyolali turut diwakili Kapolsek Mojosongo IPTU Hartanto, bersama Pasi Pers Kodim 0724/Boyolali Kapten CBA Widada Mujiyana dan sejumlah instansi daerah. Sekitar 150 peserta, terdiri atas guru, siswa, dan tamu undangan, mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam pemaparannya, Akmal Malik menegaskan bahwa sekolah harus menjadi pusat edukasi ketahanan pangan, sekaligus ruang pembentukan kemandirian pangan generasi muda. Menurutnya, otonomi daerah menuntut setiap wilayah mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri melalui penguatan sektor pertanian dan peternakan.
“Esensi otonomi daerah adalah kemampuan menghasilkan produk pertanian dan peternakan secara berkelanjutan. Kita harus berkolaborasi dengan semua pihak untuk mewujudkan kemandirian pangan di daerah,” ujarnya.
Prof. Akmal juga menyoroti besarnya potensi Boyolali sebagai lumbung pangan Jawa Tengah. Ia menyebut bahwa Indonesia harus bisa meniru negara negara kecil seperti Belanda yang mampu menjadi penyuplai pertanian bagi kawasan yang lebih luas.
Bupati Boyolali Agus Irawan menambahkan bahwa daerahnya memiliki kekuatan besar di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk bersama TNI dan Polri, untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Boyolali merupakan penyuplai sayuran utama di kawasan Merapi-Merbabu. Dengan arahan Bapak Dirjen, kami optimistis sektor pertanian dan peternakan Boyolali terus berkembang,” ujarnya.
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lahan hortikultura siswa SMKN 1 Mojosongo, penanaman pohon bersama, serta penyerahan bantuan berupa polybag, bibit, dan pupuk kepada pihak sekolah.
Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman dan kondusif. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda Boyolali untuk peduli pada isu ketahanan pangan sekaligus menjadi penggerak kemandirian pangan daerah di masa mendatang. (Bagas Andriana /Koresponden Boyolali)





