IndonesiaBuzz: Klaten, 16 Juli 2025 – Desa Kemudo di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kini menjelma menjadi contoh nyata desa mandiri dan sejahtera berkat program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM) yang telah berjalan sejak 2016.
Berbeda dari sekadar bantuan finansial, program ini menitik beratkan pada penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan ekonomi lokal, dan pemberdayaan sosial berbasis community development. Hasilnya, Desa Kemudo kini memiliki Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Kemudo Makmur yang menjadi motor penggerak roda perekonomian warga.
Syarif Karnadi, Facility Service & Stakeholder Manager PT. SGM, menjelaskan bahwa Bumdes Kemudo Makmur berhasil membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan warga secara signifikan.
“Bumdes ini tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sistem bagi hasil yang adil, di mana setiap kepala keluarga bisa mendapatkan profit rutin. Awalnya hanya sekitar Rp75 ribu, kini bisa mencapai Rp500 ribu per kepala keluarga,” ujarnya, Rabu (16/7/25).
Sejumlah inovasi lahir dari program ini, seperti kerajinan limbah kayu pallet jati Belanda, supermarket desa (Kamajaya Mart) untuk memasarkan produk UMKM lokal, hingga pengelolaan pertanian organik dengan memanfaatkan limbah pabrik sebagai pupuk alami. Bahkan, PT. SGM rutin menggelar panen raya sebagai wujud nyata komitmen mendukung ketahanan pangan desa.
Di bidang sosial, program CSR ini juga mendorong pemberdayaan kelompok wanita tani, penyandang disabilitas, serta membuka akses inklusi digital lewat layanan PPOB dan peta digital desa. Berkat berbagai terobosan tersebut, Desa Kemudo berhasil meraih penghargaan Desa BRILian 2021 dari BRI dan ditetapkan sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) oleh BPS Klaten.
Kepala Desa Kemudo, Hermawan Kristanto, menjadi sosok kunci di balik pengelolaan dana CSR dan perekrutan sarjana muda lokal untuk memperkuat unit-unit usaha desa.
“Semua keberhasilan ini berkat sinergi antara pemerintah desa, pihak perusahaan, mitra, dan masyarakat yang aktif terlibat,” kata Hermawan. Dimas PP/ Koresponden Yogyakarta







