IndonesiaBuzz: Solo, 5 Maret 2025 – Program pencarian jodoh Sahabat Zayed Golek Garwo yang digelar di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo mencatatkan jumlah peserta lebih dari 2.000 orang pada hari terakhir pendaftaran, Rabu (5/3/2025). Program ini didominasi oleh peserta laki-laki dengan rentang usia 20-30 tahun.
Sahabat Zayed Golek Garwo merupakan program menyambut Ramadan yang diinisiasi oleh Takmir Masjid Raya Sheikh Zayed Solo bekerja sama dengan Forum Taaruf Indonesia (Fortais). Program ini menjadi wadah bagi para lajang atau jomblo untuk menemukan pasangan hidup melalui proses taaruf yang sesuai dengan nilai-nilai agama.
Ketua Fortais, Ryan Budi Nuryanto, mengaku terkejut dengan tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti program ini. “Sangat luar biasa animonya melebihi ekspektasi. Di database kami jumlahnya ada lebih dari 2.000 orang. Nantinya mereka akan dibagi dalam dua sesi taaruf pada Sabtu dan Minggu [8-9/3/2025],” ujarnya dikutip dari Espos, Rabu (5/3/2025).
Peserta Didominasi Laki-laki dari Berbagai Daerah
Peserta program ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dengan mayoritas berasal dari wilayah Jabodetabek, diikuti oleh Jawa Tengah dan Jawa Timur. Berdasarkan data, peserta termuda berusia 22 tahun sementara peserta tertua mencapai usia 60 tahun. Dari segi gender, jumlah peserta laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan dengan perbandingan sekitar 1,5:1.
“Masih didominasi laki-laki dibandingkan perempuan, namun perbedaannya tidak terlalu signifikan. Kebanyakan yang daftar adalah usia 20-an dan 30-an tahun, artinya masih masuk usia muda,” terang Ryan.
Setelah tahapan pendaftaran selesai, peserta akan mengikuti sesi taaruf pada 8 dan 9 Maret 2025. Dalam sesi tersebut, peserta diberi kesempatan untuk mempresentasikan profil pribadinya dan berkenalan secara langsung saat waktu istirahat menjelang buka puasa.
Bisa Kenalan dengan Lebih dari Satu Calon
Dalam sesi taaruf, peserta diperbolehkan untuk berkenalan dengan lebih dari satu calon pasangan. Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan sebelumnya, satu laki-laki bisa berkenalan dengan tiga wanita, begitu pula sebaliknya.
“Kami punya data untuk mix and match sehingga tidak menutup kemungkinan satu orang berkenalan dengan lebih dari satu calon. Kemudian peserta silakan melakukan pengecekan terhadap calon masing-masing berdasarkan CV atau kriterianya. Kalau cocok setelah acara ini bisa lanjut silaturahmi, kalau tidak ya tidak perlu dipaksakan,” jelas Ryan.
Dia juga menekankan agar peserta tidak terlalu kaku dalam mencari pasangan yang sesuai dengan kriteria yang mereka inginkan. “Peserta sebaiknya lebih fleksibel dan membuka hati agar lebih mudah menemukan pasangan yang cocok,” tambahnya.
Ryan juga mengimbau agar peserta memantapkan niat dan tetap optimis bahwa mereka bisa menemukan jodoh dalam program ini. Selain itu, ia menyarankan agar peserta meminta restu dari keluarga serta tetap berpikir positif selama acara berlangsung.
Bimbingan Pranikah dan Pendaftaran On the Spot
Bagi peserta yang belum sempat mendaftar, panitia masih membuka pendaftaran jalur on the spot (OTS) di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Peserta hanya perlu membawa fotokopi identitas diri, dan bagi yang berstatus duda atau janda, diwajibkan membawa fotokopi akta cerai atau akta kematian pasangan sebelumnya.
Direktur Operasional Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Munajat, menambahkan bahwa peserta akan mendapatkan bimbingan pranikah langsung dari para ulama serta tim Fortais. “Nantinya peserta akan dibimbing langsung oleh Mas Ryan [Ketua Fortais], para ulama sepuh dari Masjid dan Kemenag Surakarta, serta Tim Fortais yang sudah berpengalaman dalam mendampingi masyarakat dalam program ini,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Espos, Minggu (16/2/2025).
Pendampingan tersebut dimaksudkan untuk membekali peserta dengan pemahaman yang lebih baik mengenai pernikahan, mulai dari niat hingga kesiapan membangun keluarga yang harmonis dan langgeng.







