IndonesiaBuzz: Boyolali, 1 Juli 2025 – Sastrawan dan maestro puisi Sapardi Djoko Damono ternyata memiliki murid asal Boyolali yang kini menjadi penyair dan dosen sastra. Ibnu Wahyudi alias Iben, warga Desa Candi, Kecamatan Ampel, Boyolali, saat ini mengajar di Universitas Indonesia (UI) dan telah menerbitkan lebih dari 30 buku, 25 di antaranya berupa kumpulan puisi.
Saat dihubungi pada Selasa (1/7/2025), Iben mengungkapkan pertemuannya dengan Sapardi berawal saat ia masuk Fakultas Sastra UI dan lulus pada 1984. “Pertemuan dengan Pak Sapardi diawali secara tidak sengaja karena saya diterima di UI. Kebetulan Pak Sapardi dosen di situ,” ujarnya.
Iben menempuh pendidikan sarjana dan doktor di UI, sementara pendidikan S2 diselesaikan di Center for Comparative Literature and Cultural Studies, Monash University, Melbourne, Australia. Selama kuliah, Iben didapuk menjadi asisten Sapardi dan skripsinya dibimbing langsung oleh sastrawan kelahiran Solo tersebut.
Menurut Iben, Sapardi mengajarkan bahwa kesenian tidak harus memaksa orang untuk suka, tetapi dapat memberikan jiwa agar lebih bijak, arif, dan peduli.
Pria kelahiran 24 Juni 67 tahun lalu itu berharap semakin banyak penulis asal Boyolali yang mampu mengharumkan daerah asal. “Tidak ada salahnya untuk mulai menulis, dari mana saja,” kata Iben.
Beberapa buku puisi Iben antara lain Masih Bersama Musim (2005), Haikuku (2009), Ketika Cinta (2009), Pada Suatu Haru (2018), Tentang Rindu (2021), dan Hujan Titik Titik (2022). Buku Masih Bersama Musim masuk 10 besar Khatulistiwa Literary Award 2005. Ia juga menerbitkan Sampai Menutup Kata pada 2023 dan 2024 bertepatan dengan ulang tahunnya ke-67.
Sejak 1 Januari 2016, Iben berkomitmen menulis satu puisi setiap hari. Setiap tahun, ia menghasilkan sekitar 365 puisi.
Iben baru-baru ini pulang ke Boyolali menjadi pembicara dalam acara Juni Berpuisi yang digelar Boyolali Book Club (BBC) di Passinaon Cafe, Karanggeneng, Minggu (29/6/2025). Acara tersebut mendapat respons positif dari peserta, termasuk Anggita Dwi C dari Klaten yang mengaku terkesan dengan produktivitas dan pengalaman Iben.







