IndonesiaBuzz: Sport – Nama Marselino Ferdinan menjadi sorotan setelah tak masuk dalam daftar 28 pemain Timnas Indonesia yang dipanggil pelatih Patrick Kluivert untuk menghadapi Arab Saudi dan Irak pada ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Keputusan itu menimbulkan tanda tanya, mengingat gelandang muda ini sebelumnya hampir selalu menjadi pilihan utama sejak era Shin Tae-yong.
Jika ditelusuri, ada beberapa faktor yang memengaruhi pencoretan Marselino. Pertama, performanya dalam dua laga uji coba pada awal September lalu dinilai belum maksimal. Saat melawan Taiwan, ia baru diturunkan pada menit ke-65 dan gagal memberikan dampak meski Indonesia menang telak 6-0. Sementara ketika menghadapi Lebanon, kontribusinya juga tak banyak terlihat meski kembali dimainkan sebagai pengganti.
Alasan kedua adalah minimnya menit bermain di level klub. Setelah hijrah ke Eropa, Marselino hanya mencatatkan 139 menit bersama KMSK Deinze dan 16 menit bersama Oxford United. Kini ia dipinjamkan ke AS Trencin di Slovakia, namun hingga kini belum menjalani debut resmi.
Direktur olahraga Trencin, Andrej Zacik, menegaskan bahwa sang pemain masih dalam proses adaptasi.
“Ia butuh ruang untuk beradaptasi, jadi kami tak bisa berharap banyak dalam beberapa minggu pertama,” tegasnya.
Kondisi tersebut sejalan dengan kebijakan Kluivert. Sejak awal menangani Timnas Indonesia, pelatih asal Belanda itu menegaskan hanya akan memberi kesempatan kepada pemain yang tampil reguler di klub.
“Jika para pemain tidak punya menit bermain, maka mereka tidak bisa dapat kesempatan. Tidak hanya datang lalu main, tapi kami juga harus lihat bagaimana mereka berlatih,” ujar Kluivert.
Dengan performa yang belum konsisten dan jam terbang yang minim, Marselino untuk sementara harus rela tersisih dari skuad Garuda. Ironisnya, pemain yang pernah dielu-elukan publik usai mencetak gol ke gawang Arab Saudi dengan selebrasi duduk bersila itu kini harus mendukung rekan-rekannya dari luar lapangan.(red)







